Potretnusantara.id, Natuna – Demam permainan Kompetisi Domino kian menguat di tengah masyarakat Natuna. Dari desa hingga kecamatan sampai ke Ibukota Kabupaten, Ranai, domino kini bukan sekadar hiburan, melainkan telah menjelma menjadi ajang silaturahmi, adu strategi, serta ruang kebersamaan yang diminati berbagai kalangan.
Tren positif ini semakin terasa sejak terbentuknya Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN). Berbagai komunitas domino di Natuna tercatat aktif menggelar turnamen di berbagai tingkatan, dengan jumlah peserta yang terus meningkat dan atmosfer pertandingan yang sarat keakraban.
Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi, KetuaDewan Pengarah KPDN Natuna, H. Raja Mustakim, yang akrab disapa RM, memberikan tantangan khusus kepada setiap pemenang juara satu turnamen domino untuk bertanding langsung melawan dirinya dalam laga eksibisi.
“Setiap pemenang juara satu dari turnamen domino saya beri kesempatan untuk bertanding langsung dengan saya. Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana domino menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Natuna,” ujar H. Raja Mustakim, Selasa (7/1) Sang Legendaris Juara Kompetisi Domino pada Usia 18 Tahun ketika masih Siswa SMA di Kuansing 42 Tahun silam.
Tak main-main, RM bahkan menyiapkan hadiah menarik bagi juara yang berhasil mengalahkannya. Apresiasi tersebut berupa bonus menginap di Hotel Sejuba Jelita serta uang tunai dan beasiswa bagi anak Sang Juara tersebut, yang menjadi daya tarik utama dalam setiap event domino yang digelar.
Keberhasilan KPDN tidak hanya terlihat dari tingginya animo peserta, tetapi juga dari kesuksesan penyelenggaraan turnamen berskala besar. Sepanjang perjalanannya, KPDN tercatat telah dua kali sukses menggelar turnamen domino dengan hadiah yang terbilang luar biasa dan mendapat perhatian luas masyarakat.
Turnamen terbesar sekaligus yang paling menyita perhatian publik digelar di kawasan Pantai Piwang, Ranai, dengan total hadiah mencapai Rp50 juta. Event tersebut berlangsung meriah, tertib, dan menjadi bukti nyata bahwa domino mampu dikemas sebagai hiburan rakyat yang bermartabat serta bernilai prestasi.
Keseriusan KPDN dalam membangun komunitas domino yang sehat juga terlihat dari langkah nyata di lapangan. Hingga kini, ribuan baju KPDN telah dibagikan kepada masyarakat pecinta domino sebagai simbol persatuan sekaligus identitas komunitas.
Tak hanya berorientasi hiburan, KPDN juga mengusung nilai sosial dan keagamaan. Raja Mustakim yang juga menjabat sebagai Ketua IPHI Provinsi Kepulauan Riau turut membuka jalan ibadah bagi para pecinta domino dengan memberikan kesempatan umroh kepada peserta yang paling aktif mengajak anggota baru bergabung ke grup KPDN Natuna.
Menurut RM, domino merupakan permainan rakyat yang memiliki kekuatan besar dalam mempererat hubungan sosial apabila dikelola secara positif.
“Domino ini permainan masyarakat. Kalau kita jaga sportivitas dan kebersamaan, maka manfaatnya akan dirasakan bersama,” tambahnya.
Maraknya permainan batu domino yang kini semakin trending di Natuna menjadi bukti bahwa permainan tradisional tetap hidup dan relevan. Melalui KPDN, domino hadir sebagai hiburan sehat, perekat silaturahmi, serta bagian dari dinamika sosial masyarakat Natuna.
Lebih jauh, keberadaan grup WhatsApp KPDN tidak hanya menjadi wadah silaturahmi pecinta domino, tetapi juga sarana komunikasi berbagai program KPDN serta media penyampaian informasi program-program Pemerintah Daerah Natuna, khususnya terkait 1pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.
Hal ini menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam membangun Natuna yang lebih maju, karena Natuna adalah milik kita bersama. (Kalit)









