Karimun, Potretnusantara.id – Sebuah kisah perjuangan hidup seorang aparat pemerintah menjadi sorotan luas dan viral di media sosial. Ia adalah Iskandar Muda Saulona (40), seorang abdi negara yang telah mengabdi di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun sejak tahun 2008, dan baru diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada gelombang III tahun 2025.
Di balik seragam dinas yang ia kenakan saat bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Kantor Bupati Karimun, kehidupan pribadi Iskandar menyimpan ironi yang mendalam. Bersama istrinya yang kini sedang mengandung lima bulan, ia terpaksa berteduh di sebuah pondok kecil yang dinilai tidak layak huni, berlokasi di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.
Kondisi tempat tinggal tersebut sangat memprihatinkan. Dinding terbuat dari bahan seadanya yang rapuh, lantai masih berupa tanah, tanpa fasilitas yang memadai. Gambaran nyata ini menjadi saksi bisu betapa beratnya perjuangan sang abdi negara sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak bagi keluarganya.
Kisah pilu ini akhirnya menyentuh hati dan memantik rasa empati dari berbagai pihak, tak terkecuali Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karimun.
Merespons hal tersebut, Ketua GP Ansor Karimun, Yusriadi, didampingi Sekretaris PC NU Karimun, Ferry Budiaji, serta sejumlah anggota Banser, langsung bergerak turun ke lokasi. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya menyerahkan bantuan kepedulian berupa uang tunai sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah).
“Kami mengetahui kondisi Bapak Iskandar dari media sosial. Hari ini kami datang untuk memberikan dukungan moril dan bantuan dana sebesar Rp 3 juta. Semoga bantuan ini bermanfaat dan pergunakan sebaik mungkin,” ujar Yusriadi. Jum’at (24/4) sore.
Dalam dialog yang hangat, Yusriadi sempat menawarkan solusi jangka pendek berupa bantuan dana untuk menyewa rumah yang lebih layak, mengingat kondisi istri Iskandar yang sedang hamil.
Namun, tawaran tersebut ditanggapi dengan berat hati. Iskandar mengaku keberatan lantaran kondisi finansialnya saat ini sedang sangat terjepit. Gaji bulannya, menurutnya, sudah habis tersedot untuk menutupi cicilan dan potongan pinjaman di bank serta koperasi. Ia khawatir jika masa sewa habis, ia tak sanggup memperpanjang dan terpaksa kembali tinggal di gubuk tersebut.
Melihat kondisi tersebut, Yusriadi kemudian menawarkan solusi jangka panjang melalui pemberdayaan ekonomi. Mengingat lokasi berada di area perkebunan yang luas, ia siap membantu menyediakan bibit tanaman agar bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan tambahan.
“Jika ke depan Bapak Iskandar membutuhkan bibit untuk berkebun, kami siap bantu. Lokasi di sini sangat potensial untuk bercocok tanam agar ada pemasukan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.
Di akhir kunjungan, Yusriadi pun mengetuk hati masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk tidak tinggal diam dan ikut peduli.
“Bagi sahabat-sahabat yang memiliki rezeki lebih, mari kita bantu saudara kita ini. Uluran tangan kita sangat berarti bagi mereka, apalagi ada calon bayi yang harus diperhatikan kesehatannya,” katanya.
Mendengar perhatian dan bantuan yang diberikan, Iskandar Muda Saulona menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Ketua GP Ansor Kabupaten Karimun beserta seluruh jajaran.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ketua GP Ansor Karimun, Bapak Yusriadi, dan seluruh kawan-kawan yang sudah peduli dan datang menjenguk serta memberikan bantuan. Ini sangat membantu kami sekeluarga di tengah kesulitan yang sedang kami hadapi,” ucap Iskandar dengan penuh haru. (Ery)








