POTRETNUSANTARA.ID,NATUNA – Komisi I DPRD Kabupaten Natuna menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Kamis (18/6/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus dukungan terhadap program pendidikan gratis yang digagas pemerintah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Rombongan Komisi I yang dipimpin Ketua Komisi I, Dardani, S.IP, didampingi Sekretaris Komisi I, M. Erimuddin, S.Pd, serta anggota Komisi I Asmiyadi dan Tabrani, S.Pd, disambut Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Bumiselan, S.Pd, bersama jajaran Dinas Sosial Kabupaten Natuna.
Dalam kunjungan tersebut, para legislator meninjau langsung kesiapan penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027, proses pembelajaran, fasilitas pendidikan, hingga berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pengembangan sekolah ke depan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Bumiselan, memaparkan bahwa sekolah yang menerapkan sistem pendidikan berasrama ini saat ini menjadi salah satu harapan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
Pada tahun ajaran sebelumnya, sekolah menampung 100 siswa yang terdiri dari 25 siswa SD, 50 siswa SMP, dan 25 siswa SMA. Sementara pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah akan menerima 90 peserta didik baru dengan kuota masing-masing 30 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Seluruh kebutuhan pendidikan siswa dipenuhi oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial, mulai dari buku, alat tulis, seragam, sepatu hingga kebutuhan pribadi sehari-hari. Tujuannya agar anak-anak dapat fokus belajar dan meraih cita-cita mereka,” jelas Bumiselan.
Selain pendidikan gratis, para siswa juga mendapatkan fasilitas asrama, pembinaan karakter, serta pendampingan yang dirancang untuk membentuk generasi yang mandiri dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Mardi Hendika, SE, menjelaskan bahwa penerimaan siswa dilakukan sesuai ketentuan Kementerian Sosial dengan prioritas bagi keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Program ini memang diprioritaskan bagi keluarga yang paling membutuhkan. Namun ke depan terdapat peluang perluasan sasaran penerima manfaat hingga kelompok Desil 5 sesuai kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.
Dalam sesi dialog yang berlangsung hangat, Komisi I DPRD Natuna juga mendengarkan berbagai aspirasi dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta para siswa mengenai perkembangan dan tantangan yang dihadapi sekolah.
Mewakili rombongan, Sekretaris Komisi I DPRD Natuna, M. Erimuddin, S.Pd, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi strategis bagi masa depan daerah. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Anak-anak ini adalah masa depan Natuna. Melalui pendidikan yang berkualitas, mereka akan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus yang mampu membangun daerah,” ungkapnya.
Komisi I juga meninjau lokasi belajar yang saat ini masih memanfaatkan sebagian fasilitas Asrama Haji Natuna. Meski demikian, pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna terus dipersiapkan dengan dukungan lahan yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Natuna.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan pihak sekolah dalam memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, harapan untuk melahirkan generasi Natuna yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing semakin terbuka lebar. Program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis, tetapi juga menjadi jembatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mengubah masa depan mereka melalui ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berkualitas. (kalit)










