POTRETNUSANTARA.ID,NATUNA – Polres Natuna mengambil langkah konkret dalam mendukung “Gerakan Indonesia Asri” ( Aman -Seht -Resik-Indah) dengan menggelar aksi konservasi dan kebersihan lingkungan terpadu di Pulau Senoa.
Kegiatan strategis ini menggabungkan pelepasan 100 tukik (anak penyu) ke habitat alaminya sekaligus operasi pembersihan sampah massal di darat maupun perairan, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Natuna.
Pulau Senoa dipilih sebagai titik fokus kegiatan karena perannya yang vital sebagai kawasan konservasi penyu dan destinasi wisata bahari, namun belakangan menghadapi tekanan akibat akumulasi sampah.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie.,SH.,S.I.K.,M.M.,M.Tr.Opsla bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) turun langsung memimpin pelaksanaan, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai protokol konservasi dan standar pengelolaan lingkungan.
Keberhasilan aksi ini ditopang oleh kolaborasi solid dari 100 personil yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Komposisi personel dirancang secara proporsional untuk memaksimalkan dampak operasional:
80 Personil Polres Natuna bertindak sebagai motor penggerak utama, mengamankan lokasi, dan mengeksekusi pembersihan di titik-titik kritis.
PLT Sekretaris DLH Awang Putra hadir mewakili Dinas Lingkungan Hidup, memastikan sampah yang terkumpul dikelola sesuai prosedur dan tidak mencemari kembali lingkungan.
Heriyanto dari perwakilan Dinas Perikanan kabupaten Natuna menjamin proses aklimatisasi dan pelepasan 100 benih penyu dilakukan dengan metode ilmiah untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup di alam liar.
Dalam hal ini Awang dan Heriyanto juga mengucapkan selamat HUT Bhayangkara ke 80 dan berterima kasih kepada Kapolres Natuna yang telah memberikan sentuhan nyata untuk pulau Senoa menjadi gerakan Indonesia Asri yang juga merupakan salah satu distinasi wisata di Kabupaten Natuna.
10 Anggota Bhayangkari berperan aktif dalam edukasi masyarakat pengunjung pulau dan distribusi logistik kebersihan.
10 Aktivis Pecinta Alam memberikan pendampingan teknis terkait identifikasi jenis sampah dan pemetaan zona sensitif ekosistem pesisir.
Hasilnya, sebanyak 50 kantong sampah berukuran besar berhasil dievakuasi dari area darat dan laut Pulau Senoa, membuktikan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam menangani masalah lingkungan.
Kapolres Natuna menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi amanat yang disampaikan Presiden Prabowo dalam perhelatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, mengenalkan “Gerakan Indonesia Asri”.
Gerakan ini bukan sekadar slogan, melainkan mandat untuk mengembalikan fungsi ekologis wilayah pesisir sekaligus membangun kesadaran kolektif akan tanggung jawab lingkungan.
“Pulau Senoa hari ini menjadi bukti bahwa ketika aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, perubahan positif bisa terjadi secara instan. Pelepasan 100 tukik adalah investasi jangka panjang bagi laut Natuna, sementara pembersihan 50 kantong sampah adalah respons cepat terhadap ancaman degradasi lingkungan,” tegas Kapolres saat di Pulau Senoa.
Polres Natuna berencana menjadikan model aksi di Pulau Senoa sebagai blueprint untuk kegiatan serupa di wilayah pesisir lainnya. Targetnya, setiap pulau kecil di Natuna tidak hanya asri secara visual, tetapi juga sehat secara ekologis, sejalan dengan inisiatif Presiden Prabowo melalui “Gerakan Indonesia Asri” yang mengusung pembangunan berwawasan lingkungan.(Kalit)









