Potretnusantara.id, Natuna – Sebuah momen mengharukan terjadi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Natuna, Senin (10/11) Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla dibuat terdiam saat mendapati puluhan murid berdiri rapi sambil memegang spanduk bertuliskan “Selamat Ulang Tahun Kapolres”.
SLB Negeri Natuna sendiri menaungi sekitar 80 an siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP hingga SMA. Mereka berasal dari beragam latar belakang kebutuhan khusus, dengan karakter yang berbeda-beda namun penuh ketulusan.
Tidak ada dekorasi mewah. Tidak ada balon. Hanya senyum polos, tatapan jujur, dan sorak halus yang penuh kepolosan. Namun justru itulah yang membuat suasana mendadak pecah menjadi haru.
Kedatangannya yang sederhana, hanya didampingi Kasatlantas Iptu Toni, berubah menjadi kejutan tak terduga. Para murid menyambut sambil mengangkat spanduk kecil yang mereka buat sendiri. Kapolres tampak terkejut dan merendahkan wajahnya menatap anak anak Negri SLB.
Tak lama, pihak sekolah membawa kue ulang tahun, diiringi tepuk tangan tak beraturan para murid,tetapi justru itulah kehangatannya. Salah satu murid maju ke depan, membawa kado berupa sajadah, menambah nuansa emosional yang dalam.
“Saya benar-benar terharu. Senyum tulus anak-anak ini adalah hadiah paling berharga bagi saya,” ucap Kapolres dengan suara bergetar.
Bahkan hal lebih menarik, Kapolres hanya bisa pasrah dan tersenyum bahagia saat kue ultah sebelum di doakan diambil dan dimakan salah satu murid. Hal ini menambah suasana haru dan bahagia bagi Kapolres melihat para murid bisa menikmati kue ultahnya.
Dalam kunjungan ini, Kapolres menyerahkan paket sembako untuk tenaga pengajar, serta tas dan sepatu bagi siswa SLB sebagai bentuk dukungan sosial. Kepala Sekolah SLB Negeri Natuna, Raja Ipulidarni, S.Pd., M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas konsistensi kepedulian Kapolres terhadap sekolahnya.
“Beliau sudah kami anggap sebagai orang tua di sini, bapaknya anak SLB” ungkapnya tulus.
Tidak berhenti pada kejutan, Kapolres turut memberikan motivasi. Ia meminta sekolah mengembangkan program kemandirian, seperti kantin minuman atau produksi sederhana yang dapat melibatkan siswa berkebutuhan khusus.
“Anak-anak ini harus dibekali keterampilan agar bisa berdiri sendiri dan memiliki peluang kerja di masa depan,” tegasnya.
Interaksi ditutup dengan foto bersama, tepukan ringan dan candaan kecil antara Kapolres dan murid. Tidak ada hal yang mewah dalam moment itu,hanya ketulusan yang menyatu. (Kalit)










