Potretnusantara.id,Natuna–Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendi, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla meninjau arena Gasing Bupati Cup 2025 di tugu gasing, Minggu(9/11). Kedatangannya menarik perhatian pemain karena Kapolres terlihat penasaran dan antusias mempelajari teknik permainan tradisional khas Melayu Natuna tersebut.
Di lokasi, Kapolres menyaksikan jalannya pertandingan serta berdiskusi mengenai perbedaan teknik gasing pemangkak, tendin, dan penahan. Tokoh gasing Natuna Wan Aris, bersama para pemain senior gasing Natuna, turut menjelaskan karakter gasing Natuna yang berdiameter rata-rata 9 inci sehingga membutuhkan kekuatan dan keterampilan khusus.
Menurut para pemain senior, gasing memiliki filosofi keseimbangan, keteguhan, sportivitas, dan harmoni, yang tercermin dari stabilitas putaran serta dentingan gasing di arena.
Kapolres menegaskan bahwa permainan tradisional seperti gasing model Natuna harus dilestarikan agar tidak diakui negara lain.
“Gasing adalah budaya Nusantara, budaya Melayu, dan gasing bagian dari identitas Natuna. Jangan sampai diambil pihak lain,” ujar AKBP Aries.
Ia juga mendorong keterlibatan pelajar dalam turnamen sebagai upaya regenerasi pemain dan penguatan identitas budaya lokal.
” Generasi muda mulai dari usia dini sudah dikenalkan dan paham bermain gasing, jangan sampai mereka lupa karena bermain gadget terus ” papar Kapolres Natuna.
Sementara itu, Wan Aris memastikan laga final Gasing Bupati Cup 2025 akan digelar Selasa, 12 November, menghadirkan pemain terbaik dari berbagai kecamatan.
Turnamen ini diharapkan menjadi sarana pelestarian sekaligus pengingat bahwa gasing bukan sekadar permainan, melainkan aset budaya yang bernilai bagi bangsa.(Kalit)










