NATUNA, Potretnusantara.id – Jemaat GPdI Elshadai Ranai Natuna menolak keras cara pelayanan Pdt Yefta Roring. Jemaat menilai banyak pelanggaran yang dilakukan Pdt Yefta Roring dalam memimpin gereja GPDI Ranai Natuna.
N.Simagunsong, jemaat GPdI Elshadai Ranai Natuna menjelaskan permasalahan melalui surat yang ditujukan kepada Majelis Daerah Kepri. Tujuan surat dimaksud agar Majelis Daerah Kepri dapat menyelesaikan polemik yang sudah berlarut larut dan belum diselesaikan.
Akibat konflik yang berkepanjangan ini terlihat jemaat gereja saat ibadah di hari Minggu cenderung hampir tidak ada lagi yang mengikuti ibadah.
“Akibat permasalahan tersebut, saat ini sekitar 10 orang saja yang ibadah di gereja,salah satunya saya,” ucap N.Simagunsong, jemaat GPdI Elshadai Ranai Natuna. Senin (21/10/2024) sekira pukul 15.23 Wib.
Ia juga menjelaskan, sebagai Jemaat, dirinya juga pernah dilaporkan ke Polres Natuna oleh Pdt Yefta Roring, namun hal itu tidak dilanjutkan pihak Polres dan memberi ruang kepada gereja GPdI Elshadai Ranai Natuna secara internal untuk diselesaikan.
Bukan hanya itu, P.Simangunsong bersama jemaat lainya juga dipecat Pdt Yefta Roring sebagai Jemaat GPdI Elshadai Ranai Natuna secara sepihak tampa ada disidangkan atau surat teguran.
“Langsung diumumkan di gereja pemecatan kami tanpa pernah diberi surat teguran, heran kami saat usai ibdah langsung disampaikan pengumuman pemecatan kami sebagai Jemaat, baru ini kami tahu jemaat dipecat,” jelasnya.
Saat ini dengan permasalahan yang dialami gereja GPdI Elshadai Ranai Natuna semakin parah, katanya, Pdt Yefta menganggap hal ini seakan tidak masalah karena tidak ada respon dari pihak Majelis Daerah Kepulauan Riau (Kepri).
“Surat sudah kami kirim ke Majelis Daerah Kepulauan Riau, tapi sampai saat ini tidak ada respon,” papar N.Simangusong.
Dengan memelas, Simagungsong meminta perhatian dari Majelis Pusat, Ia meminta agar permasalahan ini segera diselesaikan dan bisa jemaat lainya beribadah di gereja GPdI Elshadai Ranai Natuna.
Terkait hal polemik gereja GPDI Ranai juga telah diketahui pihak BAMAG (Badan Musyawarah Agama) Kabupaten Natuna dan beberapa instansi lainya yang ada di Kabupaten Natuna.


Ia jelaskan, dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Majelis Daerah Kepulauan Riau Pdt. G.F Palit serta Jajaran Pengurus. Jemaat menyampaikan penolakan mereka atas ditempatkannya dan ditentukannya Pdt. Yefta Roring sebagai gembala di GPdI Ranai Natuna menggantikan (+) Pdt. Sahat M. Sinaga sebagai gembala pertama.
Dan inilah isi surat yang mereka tujukan Kepada Majelis Daerah Kepri;
Surat jemaat gereja GPDI Ranai Natuna Kepada Majelis Daerah Kepri.
Melalui surat ini kami datang memohon penegakan kebenaran dan keadilan demi pekerjaan Tuhan yang suci di GPdI Elshaddai Ranai Natuna.
- SK Pengembalaan atas nama Pdt. Yefta Roring melanggar AD/ART dan etika pelayanan punya
nuansa politik kotor dan kebohongan karena ternyata tidak diputuskan dalam Pleno Majelis
Daerah (MD). - Melanggar Pasal 13 ayat 5b. Penetapan dan penahbisan Gembala dilaksanakan oleh MD di depan Jemaat. (Tidak dilakukan di depan Jemaat karena Jemaat tidak bersedia dipimpin oleh gembala yang ditetapkan dengan melanggar AD/ART).
- Melanggar Pasal 12 ayat 5 g. Gembala Jemaat harus menjadi teladan, h. Gembala Jemaat melibatkan anggota Jemaat secara aktif dalam pelayanan sesuai dengan karunia potensi untuk pertumbuhan gereja dan i. Gembala Jemaat dan Majelis Jemaat harus mampu menerjemahkan dan menyalurkan aspirasi anggota Jemaat yang positif, kreatif dan dinamis untuk kemajuan Jemaat lokal.
Kami Jemaat GPdI Elshaddai Ranai Natuna dengan ini menyatakan penolakan atas penetapan Pdt.Yefta Roring sebagai Gembala Jemaat di GPdI Elshaddai Ranai Natuna dengan alasan:
- Kami tidak pernah menyangka apalagi mengharapkan Pdt. Yefta Roring menjadi Gembala di GPdI Elshaddai Ranai Natuna karena kami menganggap beliau selaku Ketua Majelis Wilayah (MW) Natuna-Anambas sebagai perpanjangan tangan MD Kepri dalam hal penyelesaian dan mengisi kekosongan pelayanan untuk sementara pasca ditinggalkan Pdt. Obednego Siregar, dan membantu percepatan proses penetapan Gembala Definitif yang baru.
- Pdt. Yefta Roring berulang kali mengatakan ketidaksediaan/tidak mau untuk menjadi Gembala Definitif di GPdI Elshaddai Ranai Natuna karena sudah memiliki dua pelayanan di tempat yang berbeda dengan jarak yang cukup berjauhan (antar pulau), yaitu Sedanau dan Batubi.
- Sehari sebelum kedatangan utusan MD yang dipimpin oleh Pdt. Ferry Marentek, Pdt. Yefta Roring dan istri serta Majelis/Penatua Gereja sudah berkoordinasi bahwa MD akan membawa Gembala Definitif di GPdI Elshaddai Ranai Natuna. Pada kesempatan ini Majelis bertanya tentang siapa Hamba Tuhan yang akan di tempatkan di GPdI Elshaddai Ranai Natuna, namun Pdt. Yefta menjawab “Tidak tahu, besok saja kita lihat”. Ternyata beliau lah yang dilantik. Dari situ kami sudah merasa dibohongi dan dipermainkan oleh Pdt. Yefta Roring dan istri.
- Pada waktu MD datang ke Ranai, Majelis/Penetua Gereja menjemput dari bandara dan langsung menuju pastori untuk berkumpul di sana. Saat itu MD menyatakan bahwa Pdt. Yefta Roring adalah Gembala yang diutus oleh Tuhan. Kami langsung menolak dengan alasan pada poin di atas. Kami memohon kepada utusan MD supaya tidak melantik Pdt. Yefta Roring, namun mereka tidak menghiraukan permohonan itu dan tetap melantik Pdt. Yefta Roring malam itu juga tanpa dihadiri para Sidang Jemaat. Ini terkesan terlalu dipaksakan.
Penolakan kami semakin bulat karena setelah mendapatkan SK dari MD.
Ada beberapa tindakan dan sikap Pdt.Yefta Roring yang kurang baik di dalam pelayanan GPdI Elshaddai Ranai Natuna:
- Merubah tata pelayanan yang sudah berjalan baik selama ini dan terkesan arogan
- Membubarkan pengurus yang lama dan melantik pengurus baru tanpa adanya musyawarah dan koordinasi dengan Majelis dan Sidang Jemaat
- Membentuk grup WA baru yang tidak dapat direspon oleh Jemaat (komunikasi satu arah), padahal sebelumnya sudah ada grup WA dan berjalan dengan baik.
Terkait tentang permasalahan GPDI Ranai Natuna, Media potretnusantara.id melakukan konfirmasi terhadap Pdt Roring, namun tidak mendapat balasan. Selanjutnya konfirmasi Ketua Majelis Daerah Kepri Pdt. G.F Palit melalui pesan WhatsApp ke nomor pribadinya.
“Selamat siang pak Palid, saya dengan kalit dari media potretnusantara.id ingin konfirmasi mengenai kisruh gereja GPID Natuna…. dimana dalam permasalahan tersebut tidak selesai….untuk keberimbangan berita mohon tanggapannya ya pak? Karena untuk Pdt Roring tidak memberikan penjelasan terkait hal ini,” pesan Potretnusantara.id Biro Natuna, Senin (21/10/2024).
“Shalom Pak. Langsung saja, mengenai GPdI Ranai sudah selesai dan kini jadwal ibadah sdh jalan sebagai mana mustinya. Kalau Bapak mengenai Kisru,.. itu dilakukan oleh oknum2 yg bukan anggota Jemaat GPdI lagi,., mereka mainkan di dunia maya. Saya kira itu saja info,.. God bless.” Pesan balasan Pdt. G.F Palit via WhatsApp,21 Oktober 2024.
Akan hal ini, P.Simangunsong mengangap peran Ketua Majelis Daerah Kepulauan Riau Pdt. G.F Palit tidak dapat menyelesaikan permasalahan.di GPID Ranai Natuna, pihaknya bersama jemaat akan melanjutkan permalahan ini hingga Majelis Pusat.
“Mereka harus tahu, bahwa saat ini tidak baik baik saja GPDI Ranai Natuna, seharusnya sebagai hamba Tuhan, kami bermohon untuk diselesaikan permalahan ini, pembangunan gereja ini juga ada peran serta kami para jemaat, seharusnya pikirkan lah jemaat gereja,” Pinta N.simagunsong.
kalit










