Potretnusantara.id, Natuna — Siang itu, lorong sempit di belakang SD 01 Bunguran Timur mendadak ramai. Deretan rumah papan yang berdiri rapuh di atas tanah basah menjadi saksi saat personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna hadir membawa senyuman dan harapan. Ada sekitar puluhan paket sembako yang disiapkan untuk warga terdampak ekonomi, khususnya mereka yang tinggal dalam kondisi serba terbatas.
Seorang lelaki paruh baya berjalan perlahan, tangannya meraba dinding kayu. Ia tunanetra sejak beberapa tahun lalu. Hari ini, tanpa banyak kata, ia menerima satu paket sembako langsung dari Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Richie Putra, S.H,. M.H. Senyum kecil muncul di wajahnya, seolah menghapus sejenak beban hidup yang selama ini ia pikul dalam gelap.
“Kawasan ini memang salah satu yang cukup memprihatinkan. Banyak rumah tak layak huni, dan warganya benar-benar butuh perhatian,” ujar Iptu Richie didampingi KBO Reskrim, Ipda Jemmy, saat memberikan bantuan kepada warga.(5/12)
Dalam kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-78 Fungsi Reserse Kriminal Polres Natuna menyungsung tema Reserse Presisi siap melayani untuk masyarakat Natuna.
Dalam hal ini Satreskrim juga mendatangi satu per satu rumah warga, termasuk Shana salah satu seorang istri dari seorang pemulung dikawasan Ranai yang mana hal ini tentu saja membantu biaya kehidupan sehari harinya.
“Kemanusiaan harus tetap dikedepankan. Siapapun keluarganya, selama mereka membutuhkan, kita hadir,” kata Richie menegaskan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua RT setempat, Junedi. Ia membenarkan bahwa wilayah tersebut sering luput dari perhatian karena akses yang sulit dan kondisi permukiman yang padat.
“Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini membuat warga merasa masih diperhatikan negara,” ucap Junedi haru.
Selain menyalurkan paket bahan pokok, jajaran Satreskrim juga menyempatkan berbincang dengan warga mengenai kebutuhan prioritas mereka, seperti sandaran rumah yang mulai rapuh hingga kondisi ekonomi yang nyaris tanpa harapan.
Meski hanya berbagi sembako, bagi warga yang tinggal dalam kesederhanaan, bantuan itu bukan sekadar pangan. Itu adalah sinyal bahwa mereka tidak sendiri, bahwa ada kepedulian yang masih menyala dari aparat penegak hukum yang biasanya dikenal tegas menangani kejahatan.
Dan hari itu, di lorong kecil Natuna, Satreskrim hadir bukan untuk menindak, tetapi untuk merangkul dan mengulurkan tangan bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi hidup yang makin tak mudah.(Kalit)










