NATUNA, Potretnusantara.id- Dinas Pertanian Kabupaten Natuna menilai, sektor pertanian padi masih mengalami kegagalan. Selain padi kurang pupuk serta kurang air, ternyata dalam penggilingan bulir padi juga mengalami masalah besar.
Marwan, Kadistan (Kepala Dinas Pertanian ) Natuna sampaikan, saat ini mencapai 30 % kegagalan saat pengilingan bulir padi masih manual dan belum menggunakan mesin power Thresher mesin perontok padi.
“Bulir padi terpecah dua, tidak seutuhnya bulat seperti beras-beras luar daerah Natuna, hal ini akibat menggunakan mesin tradisional saat perontokan padi menjadi bulir beras,” terang Marwan. Kamis (29/4).
Lanjut Marwan , saat ini ada dua mesin power threser yang bisa di gunakan para petani di kelola Pokja Batubi dan Pokja Bunguran Tengah.
“Dari tiga mesin power threser, hanya dua saat ini yang bisa digunakan,” ujarnya .
Marwan juga menambahkan, dalam pengajuan dana DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2021, pihaknya telah mengajukan bantuan Saprodik, seperti pupuk dan alat alat pertanian lainya, termasuk power threser padi.
Pada tahun 2020, petani padi Natuna berhasil memanen 345 ton, tentunya hal ini belum maksimal dimana belum mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Natuna secara swakelola.
“Petani Natuna mengalami kesulitan dalam pembelian pupuk, sehingga padi tersebut tidak diberikan pupuk dan hasil panen tidak signifikan,” terang Marwan.
Saat ini, kata Marwan dalam pengelolaan 1 hektar sawah di dapat hasil panen 2 Ton, seharusnya bila di pupuk bisa mencapai 4 hingga 5 ton setiap hektarnya.
Tidak hanya itu, petani Natuna pun harus menjual padi dengan harga lebih tinggi dari luar Natuna, hal ini dikarenakan biaya pemupukan harganya relatif mahal di Natuna, sangat berbeda jauh harga di daratan luar Natuna.
Jelas Marwan, diluar sana para petani mendapat pupuk subsidi, sementara kita di Natuna belum keseluruhan mendapatkan bantuan pupuk subsidi. Makanya harga jual pun menjadi tinggi.
Akan hal ini, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni berharap bantuan DAk Pusat dan Provinsi untuk tahun selanjut dapat ditingkatkan, dimana di tahun 2021 Kabupaten Natuna mendapat 31 ton.
“Semoga di tahun selanjutnya, Natuna lebih banyak mendapat dana bantuan DAK” terang Wabup Natuna, Ngesti Yuni
Kalit













