Aceh Singkil, Potretnusantara.id-Kepala desa beserta pemuda Sumber Mukti gelar pertandingan Pencak Silat, menariknya peserta kegiatan juga turut hadir dari daerah Sumatera (Kuta tinggi, Pak-pak Barat). Kegiatan tersebut terselenggara di Gedung PRT (Persaudaraan Tunggal) di desa Sumber Mukti kecamatan Kuta Baharu, Aceh Singkil.
Peserta kegiatan mencapai 50 pemain yang diikuti oleh Lima Perguruan, PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), PRT (Persaudaraan Rasa Tunggal), Tapak Suci, Tarung Derajat, dan Muccak Pak Pak. Yang terbagi kelas A, B, C dan D, Dengan hadiah berupa medali, uang binaan dan sertifikat.
Kepala desa Sumber Mukti Purniawan memaparkan, kegiatan ini merupakan inisiasi dari mereka dan pemuda setempat kemudian berkoordinasi dengan IPSI yang saat ini diketuai oleh Sembiring, Purniawan berharap olahraga ini juga akan memiliki panggung yang besar untuk tingkat kabupaten Aceh Singkil.
“Kita mendukung, kami bercita cita akan membuat event yang lebih besar dan jumlah peserta lebih banyak, dalam waktu dekat mungkin untuk memperkenalkan dan memperkuat ikatan sesama perguruan kita buat di berbagai tempat, sekaligus persiapan untuk panggung lebih besar insya Allah pada 17 Agustus 2025 mendatang,”terang Kades. Senin (16/12).
Dia juga berharap support dari seluruh elemen untuk menyukseskan acara kedepan dan dukungan penuh untuk kemajuan olahraga, sehingga gerakan oleh raga tersebut dapat menjadi iven terbaik nantinya.
Senada disampaikan Heri, salah seorang wasit/Juri yang sudah menjajaki panggung nasional pada 2024 cabor Pencak Silat yang sekaligus memimpin pertandingan mengungkapkan, kegiatan tersebut salah satunya sebagai bentuk sosialisasi peraturan.
“Ini juga sebagai bentuk silaturahmi yang baik,”kata Heri.
Dari pertandingan tersebut, Sadryansyah Brutu berhasil meraih juara 3, kemudian Ilham Maulana pada kelas B. Dan juara 1 Yusril pada kelas B.
Sadry masyarakat Kecamatan Singkohor dan Kuta Baharu mengaku sangat mencintai Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) PRT dan yang sejenisnya, Dia mengatakan ini dapat menjadi ikon untuk kedua Kecamatan ini. Mereka rata rata mengikuti dan tergabung dalam PSHT dan perguruan lainnya
“Saya menaruh harapan agar terciptanya kegiatan yang lebih besar,”katanya.
Menurutnya, keaktifan persatuan tersebut terlihat dari kegiatan yang sering diselenggarakan dan banyaknya jumlah siswa dan warga (istilah dalam perguruan PSHT) yang masuk keanggotaan.
“Suasana nya hidup, mereka rutin latihan, dan para pengurus sangat merangkul, artinya mereka solid,” pungkas Sadry
Mardin










