Potretnusantara.id,Natuna – Pesta Buah Perdana Kecamatan Bunguran Timur Laut yang digelar di Desa Sebadai Ulu berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga. Kehadiran Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla pada kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat desa dalam mengembangkan potensi lokal berbasis pertanian dan budaya.(11/1)
Kegiatan ini dipusatkan di Desa Sebadai Ulu dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Darmawan, dengan dukungan Camat Bunguran Timur Laut, Tarmizi, S.E. Selain pesta buah, acara juga dirangkai dengan lomba mewarnai tingkat PAUD, yang melibatkan anak-anak serta orang tua dan menambah semarak suasana.
Pesta buah tersebut menampilkan hasil bumi dari sejumlah desa di Kecamatan Bunguran Timur Laut, di antaranya Desa Ceruk, Sebadai Ulu, dan Desa Slemam. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kerja unggulan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Natuna, yang diikuti oleh 10 mahasiswa, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Meski Bupati Natuna tidak sempat hadir, apresiasi tetap disampaikan kepada desa-desa yang telah menampilkan dan mempromosikan potensi lokal dalam pesta buah perdana yang untuk pertama kalinya digelar di wilayah Bunguran Timur Laut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Natuna, Suhardi, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa puncak peringatan Hari Desa akan dilaksanakan pada 15 Januari, dengan mengundang 35 desa se-Kabupaten Natuna, masing-masing mengirimkan 25 orang perwakilan.
Ia juga menegaskan bahwa Kecamatan Bunguran Timur Laut merupakan kecamatan dengan jumlah desa terbanyak di wilayah Bunguran Besar Natuna, yakni 7 desa, sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan kegiatan berbasis desa.
Salah satu mahasiswa KKN STAI Natuna, Ayu Wulan Angraini, menjelaskan bahwa selain buah-buahan segar, panitia juga menyajikan beragam kuliner tradisional khas Natuna, seperti sagu butir, lempok, gula durian, sagun berbahan ubi kayu, kue cicin dari gula merah, serta kerupuk ubi. Kuliner tersebut merupakan sajian tradisi yang lazim hadir dalam pesta pernikahan dan kegiatan adat masyarakat Natuna.
Adapun buah-buahan yang ditampilkan meliputi durian, rambutan, manggis, dan cempedak, serta hasil pertanian lainnya seperti ubi jalar dan kacang tanah. Tingginya antusiasme masyarakat membuat seluruh buah dan makanan tradisional habis dalam waktu singkat.
Kapolres Natuna menyampaikan harapannya agar Pesta Buah Desa Sebadai Ulu dapat dijadikan agenda tahunan Kecamatan Bunguran Timur Laut. Menurutnya, wilayah ini memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil buah-buahan, khususnya durian, yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan Natuna.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, karena mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, memperkuat UMKM desa, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, jika dikelola secara berkelanjutan, pesta buah dapat menjadi ikon wisata berbasis desa, membuka peluang usaha baru, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pesta buah perdana di Desa Sebadai Ulu ini menjadi momentum penting bagi Kecamatan Bunguran Timur Laut dalam menegaskan identitasnya sebagai wilayah penghasil buah-buahan, sekaligus langkah awal menuju penguatan pariwisata dan ekonomi lokal Kabupaten Natuna.(Kalit)









