Potretnusantara.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna terus mendorong penguatan sektor pertanian lokal sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penanaman lanjutan 1.400 batang komoditas melon oleh petani lokal, dengan perkiraan masa panen menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian petani Natuna.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan harapannya agar hasil panen melon nantinya memiliki harga jual yang layak serta dapat diserap ke dalam skema MBG, sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.(27/12)
“Pemerintah daerah berharap komoditas melon petani Natuna memiliki harga yang baik dan bisa dijual ke MBG. Program ini harus memberi manfaat nyata bagi petani lokal,” ujar Bupati.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Natuna turut didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Syazali, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung petani, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.
Meski demikian, hingga saat ini mitra SPPG disebut belum ada yang bersedia menyerap hasil komoditas melon petani Natuna. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar ke depan tercipta kesepakatan harga yang adil dan menguntungkan semua pihak.
Perwakilan petani, Jajang Nurjaman, mengungkapkan harapan petani terkait harga jual melon.
“Kalau dari petani, kami berharap harga bisa di angka Rp20 ribu per kilogram. Karena harga jual melon dari daerah lain saja bisa Rp25 sampai Rp30 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Natuna menilai pengembangan komoditas melon ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ketahanan pangan daerah, memperkuat rantai pasok lokal, serta memastikan program nasional seperti MBG benar-benar berpihak pada petani.
Dengan estimasi panen menjelang Lebaran 2026, Pemkab Natuna berharap adanya kepastian pasar dan harga, sehingga petani semakin bersemangat dan komoditas melon lokal mampu bersaing secara kualitas maupun nilai jual.(Kalit)










