potretnusantara.id, Natuna – Aktivitas pengangkutan tanah timbun untuk proyek pembangunan Pasar Modern Natuna kembali menjadi sorotan masyarakat setelah dua unit lori bermuatan tanah dari arah Sual mengalami kecelakaan lalu lintas di persimpangan lampu merah kawasan Puskesmas, simpang Jalan Sihotang menuju Jalan Sudirman, pada Sabtu (28/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah lori pengangkut material melintas secara beriringan menuju lokasi proyek. Lori dengan plat BP 8097 NU menabrak bak Lori didepanya.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, kecelakaan diduga akibat jarak antar kendaraan yang terlalu dekat.
Saat lampu lalu lintas berubah, lori yang berada di depan melakukan pengereman. Namun lori di belakang diduga tidak menjaga jarak aman sehingga tidak sempat mengantisipasi dan akhirnya menabrak bagian belakang kendaraan di depannya.
“Lori-lori itu jalan sangat rapat. Begitu yang depan rem di lampu merah, yang belakang langsung menabrak,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.(30/3)
Atas kejadian tersebut Lori yang menabrak mengalami rusak parah pada bagian depan lori dan mengalami pecah kaca depan Lori
Selain persoalan jarak kendaraan, warga juga mengeluhkan perilaku sebagian sopir lori proyek yang disebut kerap melanggar aturan lalu lintas saat beroperasi, baik dalam kondisi bermuatan maupun kosong.
“Banyak itu mobil pengangkut tanah proyek pasar yang sering menerobos lampu merah, baik saat mau muatan maupun saat kosong,” kata seorang warga kepada wartawan.(30/3)
Warga menyebut kendaraan pengangkut tanah dari Sual menuju proyek pasar modern tersebut hampir setiap hari melintas dalam jumlah banyak dengan jarak yang berdekatan, diduga untuk mengejar target ritase pengangkutan material timbun.
Bahkan, aktivitas pengangkutan tanah disebut berlangsung hingga malam hari, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan serta kenyamanan lingkungan sekitar.
“Kadang sampai malam masih lewat. Kendaraannya besar-besar, jadi warga juga merasa khawatir,” ungkap warga lainnya.
Selain rawan kecelakaan, iring-iringan lori bertonase besar itu juga dinilai sering mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan kota, terutama pada jam sibuk.
Sementara itu, Adi yang mengaku sebagai penanggung jawab mobilitas tanah timbun proyek Pasar Modern Natuna saat dikonfirmasi menyatakan akan terlebih dahulu mengecek informasi di lapangan.
“Sebentar saya cek info di lapangan bang,” ujarnya singkat.(29/3)
Hingga berita ini dihimpun, kejadian kecelakaan tersebut diketahui belum masuk dalam laporan resmi Satuan Lalu Lintas Polres Natuna.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap operasional kendaraan proyek, termasuk pengaturan jam operasional serta penerapan standar keselamatan, agar aktivitas pembangunan tidak menimbulkan risiko bagi pengguna jalan. (Kalit)










