KARIMUN, Potretnusantara.id-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Karimun, M Yusuf Sirat menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Daerah dalam upaya percepatan pembangunan Bandara Raja Haji Abdullah Sei Bati, Kecamatan Tebing. Hal ini disampaikan M Yusuf Sirat saat menyambut kedatangan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pada kunjungan kerjanya awal Pebruari lalu.
M Yusuf Sirat menyampaikan bahwa Menteri Perhubungan mengatakan komitment Presiden RI, Joko Widodo dalam melakukan pembangunan khususnya daerah- daerah terluar atau daerah yang berbatasan langsung dengan negara-negara luar mendapat prioritas untuk dilakukan pembangunan, dimana daerah perbatasan merupakan salah satu issu kondisi pembangunan bagi negara tetangga.
Diakatakan juga, dengan perluasan Bandara menjadikan dunia investasi di Kabupaten Karimun akan semakin meningkat. Dengan demikian tentu peningkatan perekonomian di Kabupaten Karimun akan semakin baik yang berimbas kepada peningkatan perekonomian masyarakat.
“Kita sangat mendukung dan mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakannya. Tentu dengan adanya Bandara yang lebih baik akan seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Karimun,”kata Ketua DPRD Karimun, M Yusuf Sirat beberapa, Rabu (5/2)
Ketua DPRD menambahkan kesiapan pemerintah pusat untuk membantu dan menyelesaikan persoalan pembangunan perpanjangan landasan pacu bandara udara Raja Haji Abdullah sei Bati hingga panjang mencapai 2000 meter perlu didukung oleh semua pihak. Dikatakan bila masih adanya persoalan dalam melakukan penyelesaian pembangunan Bandara tersebut hendak dapat diselesaikan dengan baik.
“Dana sudah dibantu oleh pusat. Nah kesempatan ini harus kita dukung bersama karena menyangkut kemajuan pembagunan dan peningkatan perekonomian Kabupaten Karimun kedepan. Mari kita dukung pembangunan ini,”ajaknya
Dari data yang dihimpun, Bandara Raja Haji Abdullah Karimun saat ini mempunyai panjang runway 1400 x 30 meter, apron 75,2 Mx 60 M dan taxiway 70 Mx15 M. Sementara, untuk untuk pertumbuhan penumpang setiap tahunnya naik rata-rata 15-20 persen dalam lima tahun kebelakang. Dan untuk mewujudkan pembangunan tersebut pusat mengucurkan dana sebesar Rp100 miliar.
edorey











Discussion about this post