Potretnusantara.id,Natuna – Polres Natuna menggandeng pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan DEMA STAI Natuna dalam agenda sosial dan penguatan pembangunan daerah. Kolaborasi ini dibahas dalam kegiatan coffee morning bersama Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie di Ranai Square, Selasa (11/11).
Kapolres menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai pengawas sosial dan generator ide pembangunan. Ia mendorong pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong perhatian pada sektor kesehatan di pulau-pulau terluar.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan. Kegiatan kemanusiaan sangat berdampak, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Natuna,” ujar Kapolres.
Selain itu, Polres Natuna juga siap mendukung aktivitas bakti sosial, donor darah, gotong royong, hingga bantuan bencana. Kapolres mengapresiasi sikap mahasiswa yang menyuarakan isu transportasi laut secara santun akibat minimnya operasional kapal Roro dan Pelni.
Kasat Intelkam Polres Natuna, Iptu Surbakti, menyebut keterlibatan mahasiswa penting untuk mendorong ekosistem ekonomi lokal melalui koperasi Bundes dan Koperasi Merah Putih.
Sementara itu, Ketua HMI Natuna Fergiawan mengaku layanan kesehatan masih belum optimal di wilayah terluar.
“Akses ke rumah sakit utama cukup jauh. Kondisi ini perlu perhatian serius,” katanya.
Mahasiswa juga menyoroti harga kebutuhan pokok yang naik, distribusi pupuk untuk petani, pemahaman zona tangkap nelayan, hingga pemanfaatan plaza UMKM yang dinilai belum maksimal.
Mereka meminta pemerintah daerah serta DPRD lebih tanggap menyerap aspirasi publik.
Pertemuan berakhir dengan komitmen memperkuat komunikasi, mendorong program nyata di lapangan, serta mendukung kemandirian sandang-pangan di wilayah kepulauan.(Kalit)










