Potretnusantara.id, Natuna – Di tengah angin laut dan langit biru Natuna, gema syukur mengalun dari sebuah gereja kecil yang penuh semangat. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Natuna merayakan ulang tahun ke-11, Minggu (20/7/2025), dengan sebuah pesan yang menggugah: “Kembali pada yang utama — membina iman, bukan hanya meriahkan acara.”
Dalam ibadah Minggu V Trinitas yang dipimpin oleh Pendeta Joshua Sitorus, jemaat diajak merenungkan Lukas 10:38-42, kisah tentang Maria dan Marta yang menggambarkan dua sisi kehidupan bergereja — yang sibuk dengan persiapan teknis, dan yang memilih duduk di kaki Yesus.
“Marta, Marta… engkau menyusahkan diri dengan banyak perkara. Tapi Maria telah memilih bagian terbaik,” kutip Pdt. Joshua dengan nada tenang namun menyentuh hati.
“Begitu juga kita, jangan hanya fokus pada hiasan, dress code, atau perayaan semata. Gereja ini hadir untuk membentuk karakter rohani, hidup bersyukur, dan ikut membangun daerah kita tercinta, Natuna.”
Alih-alih pesta megah, HUT ke-11 HKBP Natuna justru diwarnai kebersamaan yang sederhana namun menyentuh. Seusai ibadah, ratusan jemaat berkumpul dalam acara makan bersama — hidangan dibawa dari rumah masing-masing, dibuka di halaman gereja, dan disantap ramai-ramai penuh canda tawa.
Momen istimewa juga hadir saat kue ulang tahun dipotong oleh Pdt. Joshua, lalu dibagikan kepada pengurus gereja, lansia, dan anak-anak sekolah minggu. Hadir pula Lamhot Sijabat, anggota DPRD Natuna yang juga jemaat setia HKBP, memperkuat rasa kekeluargaan antara gereja dan pemerintah daerah.
Tidak hanya menjadi tempat ibadah, HKBP Natuna menjelma sebagai wadah pembinaan generasi. Dalam perayaan ini, para pelajar dari SD hingga SMA yang meraih nilai terbaik diberi penghargaan khusus. Anak-anak sekolah minggu tampil menari pujian, mengundang tepuk tangan dan haru jemaat.
Dukungan pun terus mengalir untuk pembangunan gedung gereja yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Jemaat memberikan sumbangan sukarela, disertai doa agar HKBP Natuna semakin kuat sebagai “rumah iman” di ujung utara Indonesia.
“Gereja ini bukan sekadar tempat ibadah. Ini rumah moral, sosial, dan spiritual. Mari kita bersatu dan bantu juga pembangunan Natuna,” ujar Sintua S. Simamora dengan penuh semangat.
HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) adalah salah satu gereja Protestan terbesar di Indonesia, berdiri sejak 7 Oktober 1861 di Tarutung, Sumatera Utara. Pendirinya, Pdt. Dr. Ludwig Ingwer Nommensen, dikenal sebagai Rasul Batak, membawa pesan Injil dari Jerman ke tanah Batak dengan pendekatan budaya dan kasih.
Kini, lebih dari satu abad kemudian, warisan itu tumbuh subur hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) seperti Natuna. HKBP Natuna menjadi bukti nyata bahwa semangat pelayanan, persatuan, dan kasih bisa menjangkau hingga batas terjauh Tanah Air.
Perayaan sederhana HKBP Natuna dengan makna mendalam ini menjadi potret nyata kekuatan gotong royong, spiritualitas, dan nasionalisme di daerah perbatasan. Layak menjadi sorotan nasional sebagai simbol gereja yang hidup, membumi, dan membangun.
Penulis kalit









