potretnusantara.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna bergerak cepat membantu para petani yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi. Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan bantuan pemulihan pertanian segera disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebagai langkah utama memulihkan ekonomi masyarakat.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 50 hektare lahan tersebut turut melalap kebun nanas milik kelompok tani yang hampir memasuki masa panen. Kondisi itu membuat pemerintah daerah langsung mengambil kebijakan darurat agar para petani tidak kehilangan sumber penghasilan dalam jangka panjang.
Saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Cen Sui Lan memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Natuna, Wan Sazali, untuk segera menyalurkan bantuan pertanian kepada warga terdampak.
“Pak Kadis, segera berikan bantuan pupuk, alsintan, dan bibit kepada para petani yang terkena musibah. Gunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar petani bisa cepat bangkit kembali,” tegasnya di tengah lokasi kebakaran yang masih diselimuti asap.(24/3)
Menurut Bupati, penanganan Karhutla tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga pemulihan pascabencana, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Ia menilai peran Dinas Ketahanan Pangan menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan produksi pertanian serta menjaga stabilitas ekonomi warga desa.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Kepala Dinas Kesehatan Hikmat, Kabag Umum Pemkab Natuna Anir, serta jajaran perangkat daerah lainnya. Mereka juga berdialog langsung dengan petugas gabungan yang menghadapi kendala berat karena titik api berada sekitar satu kilometer dari akses jalan.
Pemkab Natuna bersama Polres Natuna saat ini meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah kebakaran meluas, sekaligus memperkuat langkah pencegahan Karhutla di wilayah tersebut.
Cen Sui Lan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat merugikan, baik bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat sendiri.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Pemerintah daerah memastikan bantuan melalui Dinas Ketahanan Pangan menjadi langkah awal pemulihan agar para petani dapat kembali menanam dan bangkit dari musibah.
Penulis: (Kalit)










