Natuna,Potretnusantara.Id- Menuju Pemilu bersih bermartabat, Bawaslu Kabupaten Natuna mensosialisasikan pengawasan partisipatif. Tema yang diusung, menggelorakan pengawasan partisipatif berbasis kaum muda menuju Pemilu bersih bermartabat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Natuna, Khairurrijal mengungkapkan maksud Pengawas Partisipatif itu yakni untuk menyampaikan pesan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilu, sangat penting.
Hal ini kata Khairurrijal supaya pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu berjalan, baik, lancar dan mnim pelanggaran.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan pertisipasi pemilih meningkat dan lebih peduli terhadap Pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Natuna, Khairurrijal di RM, Sisi Basisir, Ranai, Kamis, (4/8).
Kepada semua pihak, baik Organisasi Masyarakat (Ormas) hingga media massa sebut Khairurrijal untuk dapat terus bersama-sama membantu meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.
“Melalui sosialisasi ini kita optimalkan peran serta masyarakat sebagai pengawas Pemilu dan mendorong masyarakat untuk peduli terhadap Pemilu dan demokrasi,” sebut Khairurrijal.
Terpisah, Anggota Bawaslu Kabupaten Natuna, Ayanef Julius mengatakan, Pemilu dinilai rawan terjadi pelanggaran, sehingga diperlukan pengawasan dari semua pihak.
“Pengawasan dari masyarakat tidak harus paham secara detail aturan, tetapi setidaknya mendeteksi atau kecurigaan,” kata Ayanef Julius.
Ada beberapa pelanggaran yang mungkin terjadi pada Pemilu nanti tambah Ayanef yakni berupa pelanggaran administratif dan pelanggaran kode etik.
“Termasuk kampanye negatif atau black campaign. Atau politik uang,” kata Ayanef.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Natuna, Junaidi Abdillah menuturkan pemilu yang bersih dan bermartabat merupakan tugas bersama, yang dimulai dari diri masing-masing warga.
Pemilu serentak ucap Junaidi Abdillah akan digelar 14 Februari 2024 mendatang menjadi catatan sejarah. Karena ini kali pertama pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan pada hari yang sama dengan pemilu legislatif DPRD, DPR dan DPD.
“Maka dari itu pelanggaran sekecil apapun harus di minimalisir. Supaya Pemilu berjalan jujur, adil dan demokratis,” ucap Junaidi.
Peserta sosialisasi diantara nya perwakilan PWI Natuna, Persatuan Jurnalis Natuna (PJN), Komunitas Pengawasan Partisifatif Natuna , Karang Taruna Ranai, Forum Anak Natuna, PMI, STAI Natuna dan pelajar setingkat SMU. (Kalit)










