Natuna, Potretnusantara.Id – Aliansi Natuna Mengugat menyatakan sikap gerakan moral menyelamatkan lingkungan Kabupaten Natuna dari para pengusaha tambang pasir kuarsa di Bunguran besar, Kabupaten Natuna,Kepri.
Menghadirkan berbagi komponen masyarakat Natuna, berdasarkan kesepakatan bersama “Aliansi Natuna Mengugat” terpilih Wan Sofian sebagai kordinator di Kedai Kopi, HDS,Ranai,Natuna (11/5) malam.
Wan Sofian, kordinator Aliansi Natuna Mengugat terpilih katakan,saat ini, para penambang pasir sedang ada di Natuna. Berdasarkan info yang beredar, ada 19 perusahaan tambang pasir.
” Tujuan utama, jangan ada tambang pasir kuarsa di Pulau Bunguran Besar ini, masyarakat terbesar Natuna ada di Bunguran Besar ini” ucap Wan Sofian.
Selain itu, Natuna yang selama ini di tetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional dan kini di gaungkan untuk menjadi kawasan Geopark internasioanl menjadi salah satu poin penting untuk menyelamatkan kawasan Geopark dari dari para aksi pengusaha tambang pasir yang datang dari luar Natuna.
” Kalau saja tambang pasir kuarsa di Natuna berjalan,dipastikan Geopark Natuna pasti akan hancur dan tak dapat menjadi Geopark internasioanal” tambah Wan Sofian.
Lanjutnya, saat ini juga aksi para penambangan pasir kuarsa sudah hampir menguasai keseluruhan wilayah Bunguran besar, mereka sudah membeli tanah dari masyarakat hingga ribuan hektar.
” Kalau kita lihat peta Bunguran besar, hampir semua wilayah sudah di kuasai PT Tambang Pasir kuarsa dari berbagai nama” ungkapnya.
” Kita juga nanti akan melakukan hearing dengan DPRD Natuna terkait kehadiran tambang pasir kuarsa di Natuna” tambahnya.
H.Nopain Pribadi, juga sampaikan, Saat ini Pulau Bunguran Besar Natuna sedang tidak baik baik saja,kita harus selamatkan lingkungan kita dari aksi penambang pasir kuarsa.
H.Umar Natuna,Ketua STAI, menyambut terbentuk aliansi Natuna menggugat.Ia katakan dapat mengkritisi berbagai kebijakan dan kegiatan yang bisa merugi kan Kabupaten Natuna dan rakyatnya.
Terkait dengan kegiatan penambangan pasir di Natuna, sebaik nya dihentikan karena akan berdampak pada lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati serta berbagai peninggalan sejarah dan artefak yang ada.
“Apalagi Natuna pulau kecil dan rawan jika pasirnya dikeruk tanpa kendali,Karena itu kita minta pemerintah meninjau ulang regulasi dan kebijakan yang terkait. Kegiatan penambangan pasir yang ada” tutur H.Umar Natuna.
Dalam pembentukan Aliansi Natuna Mengugat ” Pasir Kuarsa” menghadirkan Advokat, Akademis, praktisi hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama dan Tokoh pemuda.(kalit)










