PALAS, PotretNusantara.id – AN (30) seorang pekerja jaga kebun yang memiliki 4 tanggungan anak merupakan warga kurang mampu (Miskin) dari Desa Hutarimbaru, Kecamatan Barumun. Kondisi keluarga AN sangat butuh perhatian Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Sehari-hari, AN mengaku setiap bulannya hanya menerima gaji Rp.200.000 sebagi gaji tidur di Kecamatan Sosa, sedangkan untuk tambahan pihaknya bekerja sebagai pekerja harian dan begitulah setiap harinya AN berjuang untuk menghidupi keluarganya.
“Gaji tidur saya terima Rp.200.000/perbulan, sedangkan untuk tambahan menghidupi keluarga saya harus kerja harian, itu juga kalau ada,” ujar AN. Minggu (4/4)
Atas keterbatasan ekonomi AN mengaku tidak mampu melanjutkan sekolah anakknya. Sehingga anaknya yang paling besar hanya tamat SD saja tidak melajutkan ke tingkat SMP.
“Karna keterbatasan ekonomi anak saya yang paling besar tamatan pesantren Aek Haruaya Banjar Kubur di Kecamatan Barumun tahun lalu dan tahun ini tidak dapat melanjutkan sekolahnya ke SMP maupun Madrasah Sanawiah karena tidak ada biaya”, terangnya.
Tidak itu saja, AN hingga saat ini belum memiliki tempat tinggal tetap, dan saat ini ia menumpang di kediaman mertua. Pihaknya mengaku sudah sering dimintai data dari aparatur Desa untuk masuk di Program Keluarga Harapan (PKH) namun nyatanya sampai saat ini belum terdata sebagai anggota PKH.
“Saya tinggal bersama orangtua istri Pak, tetapi kalau ke kebun ya seperti saat ini kami berangkat semua sekaligus membawa perbekalan dan tinggal di sana. Seingat saya sudah 3 kali pihak Desa meminta data kami untuk didaftarkan ke PKH, tetapi apa daya mungkin belum rejeki anak saya untuk melanjut sekolah,”ungkapnya sedih.
AN didampingi istrinya AH (31) dikaruniakan 3 anak laki-laki dan 1 perempuan masih yang saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sedangkan adiknya yang lain berumur 3 tahun 3 bulan dan paling bungsu balita berumur 1 tahun. Mereka belum mendapat bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Palas, baik di fasilitas kesehatan maupun di fasilitas pendidikan.
Robert Nainggolan










