Potretnusantara.id,Natuna-Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan perlunya peningkatan kualitas dan sertifikasi guru di daerah, menyusul rencana pendirian Sekolah Rakyat (boarding school) di wilayah perbatasan tersebut. Hingga kini masih minim guru di Natuna yang memenuhi standar sertifikasi nasional sesuai ketentuan pemerintah pusat.
“Untuk guru Sekolah Rakyat, sertifikasinya harus mengikuti standar pusat. Ke depan, sertifikasi guru di daerah harus terus diperbarui agar setara dengan pusat,” tegas Cen dalam rapat penyelesaian tenaga non-ASN dan part-time PPPK di Kantor Bupati Natuna, Kamis (7/8/2025).
Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna melaporkan bahwa minimnya guru bersertifikat menjadi hambatan utama dalam pengembangan sekolah berbasis kurikulum Kementerian Agama tersebut.
“Karena jumlah guru bersertifikasi di daerah belum mencukupi, maka guru-gurunya dikirim dari pusat. Sekolah Rakyat ini bukan sekolah biasa. Kurikulumnya mengacu ke Kemenag dan harus diajarkan oleh guru-guru kompeten,” ujar Cen.
Cen menyampaikan, Pemkab Natuna segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama untuk mendatangkan guru-guru berkualitas dari luar daerah.
Diketahui Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah unggulan yang fokus pada pendidikan karakter, kebangsaan, dan keterampilan abad 21, termasuk penguasaan bahasa Inggris aktif sebagai syarat utama pengajar.
“Ini bukan seperti sekolah paket. Harus ada guru yang benar-benar siap, tersertifikasi, dan memahami esensi pendidikan karakter. Sekolah Rakyat harus dipimpin oleh para pendidik terbaik,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis nasional untuk memperkuat pendidikan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dengan model asrama dan pendekatan berbasis karakter dan nasionalisme.
Penulis kalit










