Potretnusantara.id,Natuna– Pemerintahan baru Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Bupati Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin Sidik dihadapkan pada tantangan berat sejak hari pertama menjabat. Dilantik pada Februari 2025, keduanya langsung menerima warisan beban utang daerah sebesar Rp190 miliar, sisa dari tahun anggaran 2024 yang belum terselesaikan.
Kondisi ini diungkap langsung oleh Bupati Cen Sui Lan saat menghadiri kegiatan Pekan Muharam di Desa Harapan Jaya, Sabtu (28/6/2025).
“Awal tahun (2025), pemerintah daerah punya hutang 190 miliar. saat ini tinggal 145 miliar. Semoga akhir tahun bisa diselesaikan,” kata Cen Sui Lan.
Tahun 2025 menjadi masa konsolidasi fiskal bagi Pemerintah Kabupaten Natuna. Bupati Natuna Cen Sui Lan memilih untuk menahan kegiatan pembangunan fisik demi menjaga kestabilan keuangan daerah dan menuntaskan kewajiban kepada para pihak.
“Kita tidak banyak melakukan kegiatan fisik di tahun ini. Pemerintah konsentrasi dulu untuk menyelesaikan hutang” jelasnya.
Langkah ini juga merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang menjadi arahan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut mewajibkan seluruh daerah untuk mengurangi pemborosan anggaran dan memprioritaskan program yang langsung menyentuh masyarakat.
Meski dibayangi tekanan anggaran, pemerintah daerah Natuna tetap optimistis. Dengan strategi efisiensi dan pemangkasan pos belanja yang tidak prioritas, target penyelesaian utang sebelum tutup tahun 2025 diyakini bisa tercapai.
Penulis kalit









