LHOKSEUMAWE, Potretnusantara.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe Aceh Utara meminta kepada Dinas Kesehatan Lhokseumawe untuk lebih mengevaluasi lagi tenaga medis yang terlibat dalam kegiatan vaksinasi,karena tenaga medis harus mendengar dan mempertimbangkan apabila ada peserta vaksin yang mengeluh apabila ada penyakit bawaan.
HMI mengatakan, kejadian seperti yang dialami siswi bernama Khana Deresa Najwa (15), siswi SMKN 1 Lhokseumawe yang mengalami sakit sesak nafas hingga terpaksa dirawat inap di Rumah Sakit Bunga Melati, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, adalah hal yang serius dan diharapkan tidak terulang kembali.
HMI menilai terjadinya insiden ini bisa saja karena sikap maupun cara arogan yang dimiliki tenaga medis hingga berdampak pada salah seorang siswi tersebut.
“Kami menilai ada cara yang tak layak dan arogan, karena adik itu bilang dia ada penyakit namun tetap saja divaksin, ini menurut kami ya arogan,”kata Kabid Hukum dan HAM, HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, M Adam Ramadhan, Jum’at (24/09).
Adam menduga, pasca ultimatum yang dikeluarkan oleh Kadisdik Aceh, Al-Hudri tentang target vaksinasi yang belum berapa lama ini, adalah dampak terhadap penerapan vaksinasi ke siswa/i disekolah.
“Ya mungkin saja takut dipecat atau apa, jadi vaksinasi itu digenjot saja oleh pihak sekolah, apalagi kami dengar orang tua dari siswi yang dibawa ke RS itu, tidak berikan rekom maupun izin tertulis untuk anaknya agar divaksin,”ucap Adam.
Berlandaskan hal ini, Kabid Hukum dan HAM mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan Investigasi, mengungkap pelanggaran terkait yang menimpa siswi tersebut.
“Kita mendorong aparat penegak hukum agar tak membiarkan hal ini, dalam hal ini polres Lhokseumawe,” pungkasnya.
Ia juga menilai, program vaksinasi Se Indonesia itu harus disukseskan, namun dengan nilai yang humanis dan tetap prosedural.
“Bukan cara paksa, bukan cara sembrono,karena kasus yang seperti ini animo masyarakat tentang vaksin akan semakin negatif kedepannya, padahal kesalahan dilakukan hanya oleh beberapa oknum saja, karena tidak melakukan prosedur vaksinasi dengan benar,” cetusnya.
Mahasiswa ini juga berharap para pihak bertanggungjawab atas kejadian ini.
“Kami meminta agar pihak terkait, baik dari sisi kesehatan, pendidikan harus bertanggungjawab, agar kejadian ini tidak terulang lagi, kami juga percaya pada aparat penegak hukum bisa menyelesaikan masalah ini,”paparnya optimis.
ahmad










