Potretnusantara.id,Natuna – Menjawab keluhan masyarakat terkait genangan air yang mengganggu kelancaran lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Natuna bergerak cepat melakukan survei lapangan di dua titik rawan kemacetan di Kota Ranai, Selasa (25/11/2025).
Mulai pukul 16.15 WIB, personel Satlantas menyasar Jalan Hang Tuah dan Jalan Sihotang yang kerap digenangi air ketika hujan turun. Kondisi ini diperparah oleh saluran air (drainase) yang tidak berfungsi optimal, sehingga menghambat aliran air dan mengganggu aktivitas pengendara.
Kasat Lantas Polres Natuna, Iptu Erwan Toni, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Kami langsung menindaklanjuti aduan dari warga, turun ke lokasi, dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar masalah ini segera ditemukan solusi terbaiknya,” ujar Iptu Erwan Toni.
Hasil peninjauan memperlihatkan adanya genangan air serta tumpukan tanah di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan kemacetan, khususnya pada jam padat lalu lintas. Untuk itu, Satlantas menyiapkan rekayasa arus lalu lintas sementara serta jalur alternatif apabila debit air semakin tinggi dan menghambat akses utama.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendi memberikan apresiasi terhadap langkah cepat jajaran Satlantas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Kami pastikan setiap keluhan akan ditindaklanjuti secara cepat, humanis, dan tepat sasaran agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Polres Natuna siap memperkuat kolaborasi bersama BPBD dan Basarnas untuk mengantisipasi potensi banjir yang lebih luas akibat cuaca ekstrem.
“Kami selalu siap berkolaborasi dengan BPBD maupun Basarnas untuk operasi kemanusiaan dan penanganan bencana jika diperlukan,” tambahnya.
Polres Natuna memastikan koordinasi lintas instansi akan terus ditingkatkan, baik dalam penanganan teknis drainase hingga mitigasi keselamatan bagi para pengguna jalan. Dengan upaya sigap dan terukur ini, potensi kemacetan maupun kecelakaan akibat genangan air dapat diminimalisir, sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.(Kalit)










