ACEHUTARA, Potretnusantara.id – Pelaksanaan Bimtek oleh BKAG Kecamatan Langkahan, Aceh Utara mendapat sorotan, acara yang melibatkan 22 Gampong ini melibatkan pembiayaan dari desa pada setiap Gampong sebesar Rp13.000.000,-.
Dengan pembiayaan yang besar, dalam situasi pandemi saat ini dinilai masyarakat sangatlah tidak tepat, apalagi Aceh utara sangat prihatin disebabkan Pandemi Covid-19 yang baru saja usai Zona Merah.
Salah satu Geuchik di Kecamatan Langkahan pada media ini mengatakan bahwa dirinya dipaksa untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan dia juga tidak menyetujui tentang adanya kutipan uang di setiap desa dengan begitu besar.
“Apalagi ini tengah-tengah pandemi ini sangat membahayakan desa-desa kita masing-masing, saat nanti kita pulang, kan tidak ada satupun yang bisa menjaminkan antara salah satu tidak ada yang terpaparkan Covid-19. Apalagi ditengah kondisi saat ini,”uangkap geuchik yang enggan disebutkan nama di media ini. Rabu (22/09/21).
Terpisah, saat dilakukan konfirmasi terhadap panitia pelaksana BKAG, Mahmudin yang juga selaku Geuchik Gampong Simpang Tiga, dia mengakui bahwa ada pengutipan uang tersebut dan dia juga mengatakan ini kegiatan yang harus di ikutkan.
“Ia betul ada kegiatan Bimtek ke Medan yang sebelumnya kami adakan di Hotel Lido Graha, insyaallah malam ini kami berangkat ke Medan, dan soal kegiatan ini ia ada di kutipan uang di setiaap desa, dan ini kegiatan yang wajib,” ujarnya Panitia pelaksana.
ahmad










