ROHUL, Potretnusantara.id – Jounalis Onlin Indonesia (JOIN) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau ambil sikap terkait Issu dugaan tebang pilih media, pasalnya Paur Humas hanya mengundang 2 oknum wartawan untuk mewakili konferensi pers giat zona integritas WBK WBBM di Polres Rohul.
Ketua JOIN Palasroha Tampubolon mengungkapkan untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.
Tampubolon menegaskan tidak ada kewajiban setiap jurnalis menaikkan berita Polres. Apalagi ada sikap terkesan pilih kasih dan perhatian yang berbeda terhadap wartawan. Namun hal itu tambahnya sesuai dengan kebutuhan dan tergantung media masing-masing.
“Terkait informasi yang berkembang, Media jangan mau didikte atau sekedar corong. Namun sebagaimana seperti yang tertuang dalam KEJ kita tetap mengedepankan penulisan berita dengan beritikad baik dan Validasi,” ungkap P Tampubolon. Rabu (24/2)
Tak anyar sikap Paur Humas Polres tersebut menjadi sorotan dan menjadi tanggapan miring dari sejumlah insan pers yang tergabung dalam grup WhatsApp Wartawan Rohul Kompak.
“Sudah banyak rekan pers yang tergabung grup WhatsApp Wartawan Rohul Kompak keluhkan, namun kenapa hanya dua orang saja yang diundang Paur Humas Polres Rohul,” terang salah satu wartawan yang tergabung di grup WhatsApp tersebut.
Dikatakan, kondisi tersebut dinilai sangat miris dimana setelah kegiatan selesai pihak Polres langsung menyampaikan rilis pemberitaan tentang kegiatan Zona Integritas melalui grup WhatsApp Humas Media 2021.
“Padahal setiap rilis kegiatan dari Polsek dan Polres selalu naik pemberitaan, tapi giliran giat hanya 2 wartawan saja yang konferensi pers pada Selasa (23/2) yang dinilai teman dekat dengan Paur Humas saja, lalu bagaimana dengan rekan pers lain yang tidak tergabung di grup itu,”katanya.
Untuk itu tambahnya, kami meminta Kapolres AKBP Lukman Nurhidayat agar melibatkan insan pers dalam giat yang ada dan tidak hanya terlibat dalam rilis saja namun tetap melibatkan para jurnalis dalam kegiatan-kegiatan resmi.
“Dalam 7 program Kapolri sudah dijelaskan salah satunya adalah Pemantapan Managemen Media, yang mana Polri bersinergi dan bermitra demi menjaga kebersamaan dalam menjalankan aktifitas sesuai koridornya,”paparnya
Sementara itu, Paur Humas Refly saat dikonfirmasi membenarkan undangan tersebut, dimana undangan dimaksud bukan konferensi pers melainkan apel pencanangan dan deklarasi pembangunan zona integritas.
“Polres Rohul tidak melaksanakan konferensi pers, acara itu adalah apel pencanangan dan deklarasi pembangunan zona integritas, bukan konferensi pers,” terang Paur Humas Refly kepada PotretNusantara saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsAppnya.
Robert Nainggolan.










