ACEH SINGKIL, Potretnusantara.id – Irwan Hia, Keuchik Haloban Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil sebut tumpukan sampah berserak hingga ke ruas badan jalan akibat ulah hewan liar jenis kera yang mencari sisa-sisa makanan.
Penjelasan itu diungkapkan Keuchik Haloban Irwan Hia kepada Awak media minggu (16/1/2022) melalu telepon seluler di Singkil menanggapi pemberitaan tumpukan sampah yang menggunung hingga ke ibu kota pada media ini.
Irwan menyebutkan tumpukan sampah jauh dari pemukiman masyarakat dan memang lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) yang sudah ditentukan, agar selama ini sampah yang biasa dibuang kelaut untuk dibuang ke lokasi yang sudah ditentukan.
“Lahan tanah TPS milik Desa Haloban seluas 20×40 meter persegi. Awalnya lobang sampah sudah digali secara manual untuk pemusnahan sampah dengan cara dibakar. Dan pihak kami juga sudah berupaya ke instansi terkait untuk dibantu tempat pengelolaan sampah dan insya Allah tahun 2022 ini direalisasikan,”ujarnya.
Instansi terkait, kata Irwan, Dinas PUPR yang akan membantu penanganan lokasi pengolahan dan pemusnahan sampah.
Kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) juga sudah disampaikan terkait pengelolaan sampah, yang seharusnya sudah dilaksanakan, namun mengingat keterbatasan dana dan fokus pada wisata “Nago Resort”, sehingga pengelolaan sampah tertunda sementara.
Irwan mengakui untuk penanganan sampah kearah perubahan perilaku kebiasaan tidak semudah membalik telapak tangan.
Petugas penanganan Sampah dari desa juga diingatkan setiap pembuangan sampah dilakukan pembakaran karena tidak mengganggu lingkungan.
Irwan juga mengklarifikasi bahwa foto sampah yang tayang dimedia itu bukan hanya berada dilokasi Desa Haloban, tapi juga Desa Asantola .
“Artinya TPS Desa Haloban satu hamparan berdempetan dengan Desa Asantola,” ujarnya.
Kemudian tumpukan sampah yang berserak hingga ke ruas jalan lantaran pembuangan dilokasi rimbunan hutan, hewan liar seperti kera tertarik untuk melahap sisa-sisa sampah yang notabene sampah rumah tangga sehingga tumpukan teracak-acak sampai ke jalan-jalan.
“Saya sangat menyayangkan pernyataan Bung Deni, bahwa sampah sampai ke perkotaan, padahal tidak, karena lokasi TPS atau TPA jauh dari pemukiman masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Irwan berharap kepada masyarakat khususnya Desa Haloban dan Desa Tetangga jangan membuang sampah sembarangan, tapi buanglah ditempat yang sudah disediakan.
Mardin










