ROHUL, Potretnusantara.id-Nenek boru Tanggang saat ini merasa cukup bigung dan panik, dimana NM (25) adalah satu-satunya yang selama ini membantu kehidupannya untuk menghidupi tiga cucu dan lima anaknya serta satu menantunya.
Kesediahan ini muncul ketika pihak Kepolisian melakukan penangkapan terhadap NM yang saat ini diduga melakukan tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur.
“Dia itu (NM-red) adalah anak yang baik, jadi tolong lepaskan dia,”kata Nenek boru Tanggang yang sudah menjanda ini memohon. Kamis (24/6).
Pemahaman ini muncul setelah viral gambar cucunya MM (9) yang berlumuran darah di kepala yang diunggah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Br Tanggang menjelaskan, kejadian yang menimpa cucunya tidaklah sejahat yang dituduhkan para nitijen. Dia mengatakan, saat itu NM menegur MM yang sedang bermain dengan seekor ajing. MM juga memasukkan anjing tersebut kedalam baju mengenai perut MM, takut terjadi sesuatu MN memperingatkan MM agar melepaskan anjing tersebut dan menyuruh MM masuk kedalam rumah.
“Dia itu (NM-red) sangat sayang dengan MM soalnya itukan anak abang kandungnya, makanya ditegor agar tidak main-main dengan anjing itu namun tidak digubris MM,”katanya menjelaskan.
Akibat sudah ditegor berkali-kali, NM yang saat itu sedang makan langsung melemparkan piringnya ke dinding. Dan tak diduga pantulan piring tersebut mengenai kepala MM hingga membuat luka.
“Jadi ini sebenarnya tidak sengaja, tidak seperti yang dituduhkan para nitijen itu,”katanya sedih.
Dia memohon agar NM dilepaskan pihak kepolisian, karena disadari selama ini hanya NM yang selalu membantunya dalam bekerja di kebun untuk menghidupi ketiga cucunya yang salah satunya MM.
“MM ini sudah diserah bapak dan ibunya kepada saya, dan selama ini NM termasuk yang menghidupi MM. Jadi, kalau NM ditahan bagaimana saya menghidupi ini semua, hanya NM yang bisa saya andalkan,”katanya menangis.
Br Tanggang mengatakan siap menggantikan posisi NM di kantor Polisi untuk ditahan, karena dia meyakini secara tenaga NM sudah lebih kuat dan lincah dalam mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari.
“Baiknya saya aja yang ditahan, saya sudah tua kalau NM masih muda. Artinya dia sudah lebih kuat untuk mencari nafkah, saya yakin dia tidak jahat, dia hanya mencoba mengingatkan saja,”katanya.
Ditempat terpisah, Kepala Dusun Zulhamzah meyakinkan pihaknya sangat mengetahui situasi yang menimpa MM (korban) sedangkan NM terduga pelaku juga dikenal sebagai orang yang kalam dan rajin membantu ibunya yang juga nenek korban.
“Kami mengetahui sebenarnya situasi itu, NM mungkin saat itu sedang khilaf, setahu saya NM juga tidak berhubungan dengan miras maupun narkoba,”kata Kadus Zulhamzah meyakinkan.
Zulhamzah mengaku pihaknya sudah berkordinasi dengan Kades sebagai upaya membantu NM mengingat perannya membantu ibunya dalam menafkahi keluarga, dengan mengeluarkan surat hak asuh dan menyatakan MM berusia 9 tahun tidak pernah diasuh dan dirawat ibunya.
RYM ayah korban juga membuat surat pernyataan yang menyatakan tidak menuntut adik kandungnya terduga pelaku disaksikan Kadus dan Pj Kades.
Ayah (RYM) korban yang juga tidak lain adalah abang kandung terduga pelaku mengaku tidak percaya adiknya mau melakukan tindakan sekeji itu.
“Saya percaya adik saya tidak mungkin mau melakukan hal itu terhadap putri saya secara sadar Pak, mungkin dia hilaf, karna saya juga bisa menilai prilaku di keseharian dia,” papar RYM.
RYM mengakui akibat sudah 6 tahun ditinggal istri pihaknya jarang tinggal di rumah, dan mempercayakan Ibunya boru Tanggang dan Adiknya NM merawat ketiga anaknya termasuk MM yang diduga korban kekerasan.
RYM juga membenarkan selama ini NM adalah orang yang diharapkan Ibunya dalam membantunya di kebun agar bisa menafkahi 4 saudaranya dan 3 anaknya.
“Jadi mohon dilepaskan adik saya, karena dialah sesungguhnya menghidupi anak saya. Jadi tolonglah,”pintanya.
Dia berharap Polisi tidak mengambil keputusan yang salah dalam atas kehilafan adiknya yang dikuatirkan berdampak ke masalah yang lebih luas lagi di keluarganya.
Keluarga akan Laporkan Penyebar Foto Yang Membuat Gaduh Dan Berujung Penangkapan NM
Kekecewaan Nenek Br Tanggang akibat ulah orang yang tidak bertanggunggung jawab yang menyebarkan foto cucunya dan membuat status seolah-olah NM melakukan tidak kekerasan akan melaporkanya ke pihak Kepolisian.
Tindakan ini menurut keluarga harus dilakukan mengingat sudah sangat merugikan keluarganya. Akibat kecerobohan pengunggah kini hidup mereka terancam secara ekonomi karena NM adalah tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari mereka.
“Kami akan tuntut mereka siapa saja, karena itu sudah mengenai mental cucu saya, dia tidak tahu apa-apa dan saya yang dirugikan dan yang merawat anak itu,”kata Nenek boru Tanggang.

Pihak keluarga sepakat untuk melaporkan pengunggah foto cucunya hingga mengakibatkan NM ditahan polisi
Dia juga tidak mau karena kejadian menjadikan posisi keluarnya menjadi saling memusuhi padahal selama ini hanya NM yang mengerti tentang dirinya dibandinga saudara-saudaranya yang lain.
“Kami ini sudah susah pak-ibu, jangan lagi kalian buat kami merana dengan menghakimi keluarga kami seperti. Apa bapak ibu yang memposting mau menghidupi keluarga kami, kalian sudah buat kami hancur,”katanya sambil meneteskan air mata.
Akibat tidakan yang tidak bertanggung jawab, Br Tanggang juga berharap pihak kepolisian segera melakukan penangkapan terhdap penyebar foto tersebut.
“Jika memang peduli jumpai kami, jangan seolah-olah peduli dengan modal membuat narasi yang tidak benar di media sosial. Sekarang keluarga kami hancur akibat status itu,”katanya kesal.
Robert Nainggolan












