Potretnusantara.id, Natuna – Suasana tenang di kawasan Padang Kurak, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur mendadak berubah mencekam, Jumat (22/5/2026) sore. Kepulan asap hitam disertai kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi dari sebuah rumah kos-kosan warga, membuat masyarakat sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB itu diketahui berasal dari satu unit rumah kos-kosan milik Ai Kir. Dugaan sementara, api dipicu arus pendek listrik yang menimbulkan ledakan kecil sebelum kobaran api membesar dan melahap bangunan.
Detik-detik kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Darma yang saat itu sedang mencuci pakaian di kamar mandi rumahnya. Ia mengaku mendengar suara letupan keras dari arah rumah korban.
“Saya dengar seperti kabel meledak, pas dilihat api sudah menyala di dalam rumah,” ungkap Darma kepada warga di lokasi.
Teriakan minta tolong pun sontak memecah kepanikan warga. Dalam hitungan menit, masyarakat sekitar berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas datang ke lokasi.
Namun karena bangunan rumah didominasi material yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan nyaris merambat ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut.
Mendapat laporan masyarakat, personel gabungan dari Polres Natuna bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Petugas berjibaku melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil Armoured Water Cannon (AWC) Samapta, satu unit mobil tangki air Polres Natuna, serta dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Natuna.
Asap tebal dan panasnya kobaran api sempat menyulitkan proses pemadaman. Namun berkat kerja cepat aparat gabungan dan bantuan masyarakat, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.40 WIB.
Sejumlah pejabat dan personel terlihat turun langsung ke lokasi, di antaranya Kasat Samapta IPTU Ekky Sunanto, Kasi Propam IPDA Toni Sianipar, Ps Kasiwas IPDA Mudiyanto, SH, Pamapta II IPDA Febrianto, SH, personel piket fungsi Polres Natuna dan Polsek Bunguran Timur, serta jajaran Damkar Kabupaten Natuna.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta akibat bangunan dan sejumlah barang di dalam rumah kos mengalami kerusakan cukup parah.
Petugas kepolisian langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran yang diduga kuat berasal dari korsleting listrik.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar mengingat kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat yang rawan menimbulkan api lebih besar apabila terlambat ditangani.
Masyarakat pun diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mengantisipasi terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran sewaktu-waktu.
Respons cepat aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran dalam peristiwa ini mendapat apresiasi warga karena dinilai berhasil mencegah api meluas ke rumah-rumah lainnya di kawasan Padang Kurak. (kalit)










