Potretnusantara.id, Natuna -Siang itu angin laut Subi bertiup sejuk, membawa aroma khas Melayu.Di halaman Gedung Pertemuan Kecamatan Subi, ratusan warga sudah berkumpul sejak awal. Ada yang datang sambil menggandeng anak, ada ibu-ibu membawa tas belanja, dan beberapa lansia duduk di kursi yang disediakan panitia. Mereka menunggu sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat,Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Dan ketika rombongan Bupati tiba, sambutan hangat langsung pecah. Warga berdiri, melambaikan tangan, sebagian mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Cen tidak berjalan cepat, ia melangkah pelan, berhenti setiap beberapa meter untuk menyapa, menyalami, dan mendengar keluhan warga.
“Terima kasih sudah datang ke Subi, Bu,” ucap seorang ibu sambil menggenggam tangan Cen.
Cen membalas dengan senyum lembut, “Warga di sini harus merasakan perhatian yang sama.” ucapnya
Kedatangan Bupati pada sabtu (29/11/2025) itu bukan sekadar seremonial. Dalam rangkaian kunjungannya ke kecamatan-kecamatan kepulauan Midai, Serasan, Pulau Panjang hingga Subi Cen membawa satu misi yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat Pasar Murah.
Bukan rahasia bahwa harga sembako di pulau-pulau luar sering kali naik karena distribusi yang sulit. Dan di sinilah pemerintah hadir membawa solusi: tepung terigu Rp11.000/kg, gula pasir Rp12.000/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, hingga telur ayam Rp52.000/papan.
Ketika pasar murah dibuka, warga Subi menyerbu dengan tertib. Cen tidak hanya melihat dari jauh ia turun langsung membantu panitia, mengangkat paket sembako, bahkan menenangkan seorang ibu yang khawatir kehabisan beras dan telur.
“Jangan takut, Kita pastikan semua dapat bagian,” katanya sambil memegang bahu sang ibu.
Raut tenang Cen membuat warga semakin yakin bahwa mereka tidak sedang dilayani oleh pejabat tinggi, melainkan oleh seorang pemimpin yang menganggap rakyat sebagai bagian dari dirinya.
Pada moment tersebut Cen Sui Lan juga langsung melayani pembelian masyarakat,dirinya dengan cekatan melayani pembelian dan pengembalian sisa uang masyarakat membeli sembako.
Jarmin Sidik Wakil Bupati Natuna yang mendampingi Bupati sepanjang kegiatan, mengatakan bahwa momen seperti ini jarang terjadi.
“Warga merasa diperhatikan. Kehadiran Ibu Bupati bukan sekadar acara, tapi menjadi penguat di tengah tantangan hidup masyarakat Subi,” ujarnya.
Kegiatan pasar murah itu berlangsung hingga matahari turun perlahan ke ufuk barat. Namun suasananya tetap hangat bukan hanya karena harga sembako yang murah, melainkan karena sentuhan humanis yang dibawa Cen Sui Lan senyum yang tulus, telapak tangan yang selalu siap digenggam warga, dan telinga yang sabar mendengarkan cerita rakyat Subi.
Bagi sebagian warga, mungkin pasar murah hanya soal belanja hemat. Tapi bagi banyak lainnya, kehadiran Bupati Cen Sui Lan adalah tanda bahwa mereka tidak sendirian di pulau jauh ini. Bahwa pemerintah benar-benar menyeberang laut, gelombang, dan pulau demi memastikan semua orang merasakan kehadiran negara.
Siang itu, Subi bukan hanya kedatangan bupati. Subi kedatangan harapan. Dan harapan itu datang dengan senyum Cen Sui Lan. (Kalit)










