Aceh Utara, Potretnusantara.id – Bintek sejumlah Keuchik di Kecamatan Murah Mulia, Kabupaten Aceh Utara diduga sarat dengan Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN). Kegiatan tersebut sudah menjadi ladang bisnis untuk mencari keuntungan kelompok.
Salah seorang Warga Gampong Biringin, Murah Mulia, Aceh Utara Rafsanjani mengatakan, kegiatan bimtek itu tidak ada dampak manfaat kepada masyarakat, cuma untuk menguras dana desa memperkaya kelompok tertentu.
Seperti terjadi di Gampong Beuringen, Murah Mulia sejumlah dana yang di kucurkan setiap tahun oleh pemerintah pusat, penggunaan dana tersebut itu tidak pernah di musyawarahkan dengan masyarakat baik itu perencanaan dan realisasi anggaran.
“Selama bergulirnya dana desa tidak ada dampaknya kepada masyarakat, baik itu pembangunan, perekonomian dan pemberdayaan. Padahal dana desa itu di peruntukan dari APBN untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa,” jelasnya.jumat 19 November 2021
Selanjutnya Rafsanjani menjelaskan, Keuchik mengangkat sejumlah perangkat desa tidak pernah melibatkan masyarakat setempat, hal itu dilakukan untuk memudahkan penyelewengan dana desa.
“Kami masyarakat Gampong Beuringen tidak setuju dengan kegiatan Bimtek Keuchik yang hanya hambur – hamburkan dana desa untuk kegiatan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat. Hanyalah ajang bisnis dan foya-foya Kepala Desa,” katanya
Kemudian ia meminta kepada menteri desa untuk tidak mengucurkan lagi dana untuk Gampong Beuringen, kerena tidak ada dampak manfaat bagi masyarakat desa tersebut.
“Kita mendesak Kapolda Aceh dan Kajati Aceh untuk menindak para personilnya dan stafnya yang terlibat dalam permainan penggunaan dana desa agar tidak terjadi kerugian negara yang menguntungkan kelompok tertentu,” ucap Rafsanjani.
ahmad










