Potretnusantara.id,Natuna – Anggota DPRD Kabupaten Natuna dari Fraksi Golkar, Erimuddin, menggelar Reses I Tahun 2026 di Kecamatan Suak Midai, Rabu (28/1/2026). Reses ini menjadi ajang strategis untuk menyampaikan kondisi keuangan daerah sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat wilayah perbatasan.
Di hadapan warga, Erimuddin membeberkan kondisi Natuna tahun 2026 dengan APBD yang telah disahkan sebesar Rp 1,048 triliun. Ia menekankan bahwa besarnya anggaran daerah harus benar-benar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di kecamatan terluar seperti Midai.
“Melalui reses ini, kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya terpusat, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat perbatasan,” ujar Erimuddin.
Beragam aspirasi mengemuka dalam dialog terbuka tersebut. Masyarakat mengusulkan anggaran pembasmi hama kelapa yang dinilai mendesak untuk menjaga produktivitas petani. Selain itu, warga meminta ganti rugi tanaman kelapa di tepi jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan demi keselamatan bersama.
Sektor pendidikan turut menjadi perhatian serius. Warga mengusulkan bantuan untuk TK Islam, insentif bagi guru-guru PAUD, serta peningkatan lampu penerangan jalan umum di sejumlah titik yang masih minim pencahayaan.
Tak kalah penting, masyarakat juga menyoroti pendataan penerima bantuan sosial agar dilakukan secara lebih akurat dan transparan, sehingga bantuan pemerintah tepat sasaran. Sejumlah usulan pembangunan fisik lainnya turut disampaikan dalam forum tersebut.
Reses ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Suak Midai yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Irsan Lesmana, S.Sos. Ia menyambut baik kegiatan reses sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung kepada wakil rakyat.
Menutup kegiatan, Erimuddin menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat Midai agar dapat diperjuangkan dalam pembahasan dan perencanaan pembangunan Kabupaten Natuna Tahun 2026.
“Kami akan mendorong agar kebutuhan masyarakat Midai menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya. (Kalit)










