Potretnusantara.id,Natuna – Perbaikan Jembatan Sirotul Mustakin di Desa Hilir, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna,Provinsi Kepri menjadi bukti nyata kepedulian jajaran Polres Natuna terhadap keselamatan guru dan nelayan. Jembatan yang sebelumnya rusak dan membahayakan itu kini kembali kokoh setelah diperbaiki melalui gotong royong bersama masyarakat.
Kapolres Natuna, Novyan Aries Efendie, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian Polri dalam mendukung pendidikan dan perekonomian warga di wilayah perbatasan.
“Perbaikan jembatan ini adalah tugas mulia. Yang kita bantu bukan hanya aktivitas masyarakat biasa, tetapi akses para guru yang mendidik anak-anak kita. Jika guru kesulitan mencapai sekolah, masa depan generasi juga ikut terhambat. Karena itu kami hadir untuk memastikan jalur ini aman dan layak dilalui,” ujar Kapolres.(16/2)
Ia menambahkan bahwa Polri harus hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu kebutuhan dasar masyarakat terutama di daerah pulau pulau yang menjadi perbatasan.
“Polri berbuat untuk masyarakat. Ketika kami melihat ada akses penting yang membahayakan keselamatan warga, khususnya guru dan nelayan, maka sudah menjadi kewajiban kami untuk turun tangan dan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Selama ini, Nurjanah Susanti, seorang guru kelas di SDN 006 Batu Berian, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna dan guru lainya harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jembatan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa mereka kerap terpaksa menyeberang menggunakan pompong kayu kecil yang tidak layak saat cuaca buruk.
“Kalau ada alternatif lain, kami tidak akan bertaruh nyawa melewatinya. Selama ini kami harus menyeberang dengan pompong kecil saat angin dan gelombang tinggi,” tuturnya.
Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada tenaga pengajar di daerah terpencil.
“Masya Allah, terima kasih banyak. Semoga ini menjadi ladang amal dan berkah untuk kita semua,” katanya.
Ditambahnya, dulu sebelum diperbaiki jembatan tersebut, setelah mengarungi lautan menggunakan pompong (perahu kayu), dirinya harus bertarung lagi melewati jembatan kayu yang sudah sangat tidak layak untuk dilewati, dimana banyak papan yang sudah terlepas. Akan hal itu, para guru harus merangkak melewatinya.
” Saat ada jembatan yang sudah terlepas papanya, kami harus merangkak melewatinya” paparnya.
Guru yang sebelumnya 18 tahun mengajar di SDN 001 Serasan ini mengaku sudah terbiasa hidup sederhana, tetapi kondisi infrastruktur di Batu Berian membuat dirinya sering merasa sedih.
Material kayu untuk perbaikan jembatan didatangkan dari Ranai dan harus menempuh perjalanan laut menuju Serasan. Perbaikan dilakukan secara gotong royong oleh personel kepolisian, aparat desa, serta warga sekitar dan nelayan.
Kapolsek Serasan, Agusnul Yaqin, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam percepatan perbaikan jembatan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Hilir. Kebersamaan antara polisi dan warga ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih sangat kuat. Harapannya, jembatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan dijaga bersama demi keselamatan semua pengguna,” ujarnya.
Dengan diperbaikinya Jembatan Sirotul Mustakin, mobilitas nelayan kini lebih lancar, sementara para guru dapat menjalankan tugas mengajar dengan aman dan nyaman. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif, mencerminkan kuatnya solidaritas antara aparat dan masyarakat di wilayah perbatasan.(Kalit)










