Potretnusantara.id,Natuna – Sebuah potret toleransi yang jarang terlihat hadir dari Poskamling RT 01/05 Kelurahan Batu Hitam. Tiga pendeta dari gereja berbeda turun langsung menjaga ronda malam bersama warga, menciptakan kisah kebersamaan yang menghangatkan hati.
Di bawah koordinasi Ketua RT 01/05 Batu Hitam, Syamsul Kamar, kegiatan ronda malam tersebut berlangsung penuh keakraban. Tiga tokoh agama yang ikut piket yakni Pdt. Roy Simanungkalit dari Gereja GPPS Karmel Ranai, Pdt. Josua Sitorus dari HKBP Ranai Natuna, serta Romo Adrian dari Gereja Katolik. Mereka mulai berjaga sejak pukul 21.00 WIB, berbaur bersama warga di poskamling
Syamsul Kamar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ronda malam biasa, melainkan simbol kuat persatuan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tanpa melihat perbedaan. Kehadiran tiga pendeta dari gereja yang berbeda dalam satu poskamling adalah bukti nyata toleransi dan persaudaraan warga Batu Hitam. Ini kebanggaan bagi kami,” ujar Syamsul..(12/2)
Menurutnya, keunikan kegiatan ini terletak pada keterlibatan para pendeta yang gerejanya berada dalam satu kawasan, namun tetap kompak bersatu dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Suasana ronda berlangsung santai namun penuh makna. Canda tawa dan diskusi ringan mengisi malam, memperlihatkan harmoni yang tumbuh alami di tengah keberagaman.
Kisah dari Batu Hitam ini menjadi contoh fantastis bahwa toleransi bukan sekadar wacana. Melalui aksi sederhana seperti ronda malam bersama, masyarakat mampu merawat persatuan dan menciptakan rasa aman secara kolektif.(Kalit)










