BATAM, Potretnusantara.id-Pemerintah Kota memiliki target di tahun 2025 program Kampung Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) mencakup 64 kelurahan dari saat ini yang sudah mencakup 42 kelurahan di Batam.
Gerakan ini diharapkan akan keterlibatan ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, dan pemersatu bangsa.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. saat membuka kegiatan Pembinaan dan Verifikasi Dokumen Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kota Batam secara resmi di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (21/11/2024).
“Tentu peranan ASN ini sangat berpengaruh, kita dapat mendorong masyarakat secara bersamak menjaga lingkungan bersih, hidup sehat,”katanya.
Dia juga menegaskan, keberhasilan dalam perwujudan Germas tidak saja karena mendapatkan sebuah pengharagaan namun harus juga diimbangi dengan kepastian pelaksanaannya bahwa kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Batam itu berjalan dan terlaksana.
“Kalau kita melihat dari penghargaan yang diraih sebenarnya kurang tepat karena itu hanyalah simbolis, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan kota ini benar-benar sehat. Kalau bukan kita, para ASN dan pejabat, yang menggerakkan, siapa lagi?,” ujar Jefridin.
Jefridin juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bijak dalam melakukan pengelolaan atau penggunaan sampah. Menurutnya persoalan sampah ini tidak dapat dianggap sepele, ia menjelaskan bahwa setiap individu di Batam menghasilkan 0,7–0,9 kilogram sampah per hari.
“Jika dihitung, jumlah ini sangat besar. Oleh karena itu, kita perlu mengambil kebijakan untuk mengurangi minimal 30 persen sampah sebelum sampai ke TPS, salah satunya dengan memilah sampah organik untuk dijadikan kompos,”jelasnya.
Menurutnya, pengolahan sampah organik skala rumah tangga dapat menghasilkan pupuk yang berguna untuk menanam kebutuhan pokok, seperti cabai dan sayuran. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga berkontribusi pada pengendalian inflasi di Batam.
“Dengan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat, saya berharap Kota Batam dapat menjadi lebih baik dan lebih maju dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tutup Jefridin.
Dari data yang dihimpun, kegiatan ini dihadiri oleh tim dari Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Bapelitbangda Kota Batam, Dahlina Nopilawati, dan perwakilan forum yang terkait dengan penyelenggaraan program Kota Sehat.
nando










