LHOKSEUMAWE, Potretnusantara.id – Abdul Razak warga Desa Ujong Blang, kecamatan Banda Sakti,menilai Dinas Sosial Lhokseumawe telah mengelabui dirinya.
Pasalnya Dinsos terkesan membodohi dan mengerjai dirinya saat beberapa kali mempertanyakan BPNT (bantuan pangan non tunai) yang merupakan dana bantuan yang tidak lagi diterimanya.
Tak hanya itu Dinas sosial sampai mencantum nama kementrian seakan terlepas Dari tanggung jawab mereka yang seharusnya dapat mempertanggung jawabkan hal tersebut agar bisa dijelaskan padanya .
“Saya terkesan dipermainkan, pertama saya disuruh tanya pihak desa atau geuchik namun ke sini menuju ke dinas sosial saat saya ke dinas sosial malah mereka menunjuk ke kementerian dengan alasan data itu sudah ada dari kementerian seakan seakan mereka tidak mampu menjawab dan hal tersebut,”ucapnya razak berlinang air mata,senin(28/3/2022)
Abdul razak yang berprofesi sebagai buruh tambak beberapa kali menjumpai Kepala Dinas sosial Muslim namun hingga saat ini tidak ada titik terang seakan meredupkan harapan abdul razak yang baru kali ini merasakan bantuan.
“mereka hanya menjelaskan cara kerja dinsos tanpa dapat menjawab pertanyaan yang saya rasa tidak bisa diterima, mereka selalu menyuruh saya mempertanyakan ke pihak desa karena lebih tahu akan hal tersebut, saat ditanya pihak desa mereka kembali menyuruh saya untuk bertanya ke pihak dinas sosial,”paparnya.
Hingga saat ini ia tak tahu harus mengadu kemana terkait Persoalan hilangnya bantuan yang seharusnya ia terima karena ia hanya menerima sebanyak dua kali di bulan November dan September di tahun 2021 namun tak diterima nya lagi di tahun 2022 .
“saya hanya 2 kali mendapat bantuan tersebut yakni di bulan September dan November 2021 namun di tahun 2022 tak saya terima sama sekali padahal masyarakat yang lain sudah menerima di kantor POS,”paparnya.
Ia menganggap program presiden republik Indonesia Joko Widodo dan menteri sosial Risma yang sudah menciptakan program guna mensejahterakan masyarakat namun ditunggangi oleh oknum-oknum yang mempermainkan dan mengolah dan mengotak atik bantuan yang seharusnya diterima oleh masyarakat.
Abdurrazzaq mengharapkan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan penyelidikan permainan penggelapan dana bantuan tersebut.
Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe MUSLIM saat di konfirmasi via telpon menjelaskan,telah menanyakan hal tersebut pada Razaq dan meminta penjelasan pada kabid yang menangani hal ini.
“Saat itu Razaq sudah menemui saya dan menanyakan perkara ini sampai saya harus memanggil kabid yang menangani hal sayangnya namanya tidak terdaftar di DTKS(Data terpadu kesejahteraan Sosial) ,namun dasarnya kan memang keluar dari kementerian sosial di Jakarta bukan dari Dinas bahkan diambil pun melalui kantor POS,petugas lapangan juga ditunjuk dari kementerian walaupun yang turun nanti petugas PKH”ungkapnya pada pewarta,selasa(29/3/2022).
Ia juga mengaku heran dengan kejadian ini karena status ekonomi Razaq belum ada peningkatan bahkan terbilang lemah Terbukti saat ditanyakan tentang profesinya sebagai buruh tambak perubahan hanya terletak di domisilinya saja.
“Saya juga heran kenapa bisa macet bantuan beliau padahal status pekerjaannya dan ekonomi belum berubah dan terbilang berhak mendapatkan bantuan hanya domisilinya yang berubah sudah di Aceh Utara bahkan sudah saya anjurkan untuk cek ke Dinsos Aceh Utara namun hasilnya juga Nihil, seharusnya dia masuk dalam Kategori keluarga kurang mampu”,bebernya.
Muslim berharap kepada Razaq agar tidak terlalu cepat berpersepsi buruk terhadap kinerja Dinas Sosial dan akan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang terjadi terhadapnya.
Dihari yang sama kepala desa Ujong Blang Munir saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut melalui via telepon dan WhatsApp meminta kepada wartawan media ini untuk mengkonfirmasi ke sekretaris desa, kemudian sekdes saat dihubungi enggan memberikan tanggapan.
ahmad










