BANDA ACEH — Di balik seragam hitam dan tugas berisiko tinggi yang dijalani setiap hari, tersimpan semangat belajar yang tak pernah padam. Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh, Kompol Dr. Akmal, SE., MM, membuktikan bahwa pengabdian kepada negara tidak menjadi penghalang untuk terus menuntut ilmu hingga jenjang tertinggi.
Pada Rabu, 20 Mei 2026, Akmal resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya melalui publikasi jurnal ilmiah berjudul “Pengaruh Pelatihan Teknologi Virtual Reality (VR) terhadap Kinerja Satuan Brimob Polda Aceh dengan Kinerja Personil sebagai Variabel Mediasi”. Atas capaian tersebut, ia memperoleh predikat Sangat Memuaskan.
Keberhasilan itu menjadi cerita inspiratif tersendiri. Di tengah rutinitas operasi yang penuh tekanan dan tanggung jawab besar sebagai Komandan Gegana, Akmal tetap mampu membagi waktu antara tugas negara dan dunia akademik.
Sebagai pimpinan satuan elite Brimob, Akmal sehari-hari bertanggung jawab dalam berbagai penanganan situasi berbahaya, mulai dari penjinakan bom, penanggulangan teror, penanganan ancaman KBRN (Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir), hingga bantuan taktis kepolisian lainnya. Tugas yang menuntut kesiapsiagaan tinggi itu tak menyurutkan langkahnya untuk terus belajar.
Perjalanan akademiknya pun tidak ditempuh dengan mudah. Dalam penyusunan disertasinya, Akmal mendapat bimbingan dari tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Jasman, SE., MBA sebagai promotor utama, Prof. Muhammad Adam, SE., MBA sebagai Promotor I, dan Prof. Mukhlis, SE., MS sebagai Promotor II.
Di tengah kesibukan menjalankan operasi dan tanggung jawab kepolisian, ia tetap menyempatkan diri mengikuti proses perkuliahan, penelitian, hingga penyusunan karya ilmiah. Ketekunan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa disiplin dan kerja keras mampu membuka jalan menuju keberhasilan.
Usai menyelesaikan sidang doktornya, Akmal menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna. “Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil,” ujarnya.
Kalimat itu seolah menjadi cerminan perjalanan hidupnya. Sosok aparat yang terbiasa menghadapi risiko di lapangan, namun tetap rendah hati dan haus akan ilmu pengetahuan.
Keberhasilan Kompol Dr. Akmal pun disambut rasa bangga oleh keluarga besar Satbrimob Polda Aceh. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi personel Polri, khususnya di lingkungan Polda Aceh, untuk terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme melalui pendidikan.
Lebih dari sekadar gelar akademik, kisah Akmal menjadi pesan bahwa pengabdian dan pendidikan bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu. Dengan tekad, disiplin, dan semangat pantang menyerah, keduanya dapat berjalan beriringan.**









