LHOKSEUMAWE, Potretnusantara.id – Rata rata 30persen siswa tingkat SMA dan SMK Di Lhokseumawe sudah divaksin, hal ini diketahui dari data yang dihimpun potretnusantara.id di beberapa sekolah Di Lhokseumawe. Kamis(24/9).
Seperti SMA Negeri 2 Lhokseumawe, keumalahayani Humas sekolah mengatakan, angka persentase yang meliputi siswa yang memiliki minat vaksinasi masih tergolong rendah dan hanya 30persen.
Hal ini terjadi karena masih ada orang tua Wali murid yang meragukan mutu maupun kualitas vaksin tersebut, namun ada juga beberapa wali siswa yang memberi keluhan bahwa anak memiliki penyakit bawaan.
“Ini kita baru sekitar 30 persen yang mau vaksin, lainnya ada juga peminat namun ada yang tidak di izinkan orang tua, ada juga yang memiliki penyakit bawaan, walaupun sudah diedukasikan, namun tetap harus butuh persetujuan dari wali murid,”jelasnya.
Ia berharap angka siswa yang berminat untuk Divaksin bertambah dan orang tua tidak perlu takut, karena ini adalah cara untuk menekan penyebaran Covid 19, dan orang tua yang memilik anak yang mempunya penyakit bawaan tidak perlu sungkan untuk memberi tahu kepada petugas medis yang bertugas untuk memberitahu keluhan anaknya.
Ditempat, Muklis wakil kesiswaan SMA 1 Lhokseumawe, ia menjelaskan siswa yang berminat untuk di vaksin disekolahnya lumayan tinggi sekitar 70persen, hal ini terjadi karena para guru memberikan edukasi kepada siswa untuk jangan takut vaksin dan memberikan kesempatan kepada wali murid agar dapat mendampingi anaknya.
“Kami dari 950 murid Alhamdulillah sudah sekitar 650 murid lebih dan insyaallah akan bertambah, hal ini terjadi berkat guru guru yang sudah memberi edukasi dan memberi kesempatan kepada wali murid untuk mendampingi sendiri anaknya,”jelas Muklis.
Anwar Jalil kepala cabang Dinas Pendidikan menanggapi hal tersebut, ia berharap kepada sekolah sekolah dibawah kepemimpinannya untuk lebih banyak dan lebih persuasif lagi dalam memberikan edukasi kepada murid maupun wali murid.
“Saya berharap kepada sekolah sekolah agar lebih persuasif lagi dan jangan menyerah memberikan edukasi kepada murid dan wali murid,”himbau Anwar Jalil. Sabtu(25/9).
Ia juga berharap kepada wali murid agar jangan termakan dengan isu hoax,karena tidak semua isu itu benar malah hanya dapat menghindarkan keyakinan kita untuk memerangi penyebaran penyakit Covid 19
“Orang tua juga jangan langsung termakan isu hoax tentang Covid 19, Karena dapat membuat gundah keyakian kita untuk memerangi Covid 19”.harapnya.
Ia juga mengatakan kepada seluruh wali murid agar jangan sungkan memberitahu kepada pihak sekolah dan medis apabila anaknya ada penyakit bawaan dan tidak bisa divaksin.
“Orang tua juga jangan sungkan mengatakan apabila anaknya ada penyakit bawaan dan tidak bisa divaksin,”tutupnya.
ahmad










