KARIMUN, Potretnusantra.id – Subandi seorang pengusaha kerupuk kemplang, pengusaha rumahan yang tinggal di Kampung Sidorejo, Bukit Tembak, Kecamatan Meral, Karimun, yang berdampak pendemi ini pernah mengalami omset sempat menurun hingga 50%.
“Terparah adalah pada masa awal corona kemarin. Menurun bahkan 50 persen. Itu memang penjualan sangat terasa menurun drastis,” ujar Subandi, Kamis (30/09).
Sementara itu, Meskipun mengalami penurunan, ia bersama keluarga tetap bertahan. Alhasil, sejak 6 bulan terakhir, omzet dari usahanya itu perlahan mulai kembali meningkat. Hal ini cukup dirasakan dari hasil penjualan ke beberapa wilayah di Karimun.
“Nah, sekarang penjualan sudah lumayan kalau dibanding sebelumnya. Ini berlangsung 6-7 bulan terakhir,” jelasnya.
Sementara itu, usaha yang awalnya sempat mengembang hingga ke Kota Batam dan Tanjungpinang, namun keberuntungan belum berpihak kepadanya.
“Tapi untuk di sana kita merugi makanya kita stop dulu. Sekarang ini pemasaran kita hanya di wilayah Karimun dan pulau Kundur saja,” ucapnya.










