ASAHAN, Potretnusantara.id- Legiran, pengusaha Bakso Miranda di Desa Manis, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan merasa terusik dengan sebuah pemberitaan di salah satu media online berjudul “Pengusaha Bakso Miranda Menyediakan Tempat Karaoke Diduga Untuk Ajang Mesum”.
Bantahan tersebut disampaikan Legiran kepada sejumlah awak media di Warung Bakso Miranda, Jln. Asrama Kompi Batuan 126 KC Desa Manis, Minggu (29/05/2022).
Bahwa tidak benar usaha karaokenya menjadi ajang maksiat sebagaimana yang disampaikan Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kecamatan Pulau Rakyat, Suprianto.
Menurut pengusaha Bakso Miranda itu pemberitaannya media online tersebut terkesan tendensius, karena tidak melakukan konfirmasi dan cek and rechek pada objek yang diberikan.
Dalam pemberitaan tersebut Ketua AMPI, Suprianto mengatakan, sejak pengusaha bakso Miranda menyediakan tempat karaoke warga Desa Manis merasa terganggu dan sangat resah, karena setiap hari keluar masuk orang orang yang tidak jelas yang bukan suami istri.
“Orang-orang yang datang ke tempat karaoke saya kebanyakan keluarga, dan sudah banyak dikenal karena berlangganan. Enggak mungkinlah setiap yang mau karaoke ditanya suami istri apa enggak,” ucap Legiran.
Usaha karaokenya tersebut selain tidak menjual minuman beralkohol juga tidak menyediakan kamar khusus. Bahkan, di pintu masuk ruang karaoke dipampang pengumuman
“Dilarang Membawa Narkoba dan Minuman Keras,” Sementara tempat hiburan karaoke dibuka hingga pukul 10 malam.
Ketua AMPI Membantah
Di tempat yang sama ketua AMPI Kecamatan Pulau Rakyat, Suprianto membantah, bahwa dirinya memberi keterangan kepada wartawan tempat karaoke warung Bakso Miranda disinyalir untuk kegiatan mesum.
“Enggak benar saya memberi keterangan pengusaha bakso Miranda menyediakan tempat mesum. Kalau teman minta Poto memang ada, tapi saya tidak tau kalau untuk unggah berita medsos,”ungkap Suprianto didampingi Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Pulau Rakyat, Tambor Silitonga.
Sementara itu Ketua PAC PP Pulau Rakyat, Tambor Silitonga meminta kepada rekan-rekan yang duduk dalam kepemimpinan organisasi agar tidak memberikan stekmen sembarangan yang sifatnya belum tentu benar.
” Sebagai pimpinan ucapan kita bisa mempropokasi anggota-anggota yang tidak tau permasalah. Bicaralah kita secara intelektual dan sesuai prosedur yang ada,” pungkas Tambor.
Paimin










