ACEH, Potretnusabtara.id-Masyarakat Dan pengguna jalan Kecamatan Muara Dua khususnya yang melintas dan tinggal di sekitar jalan paya lhok hingga simpang buloh mengeluh soal tanah yang berserakan di jalanan hingga menimbulkan debu tempat mereka tinggal dan beraktifitas.
Tanah yang berserakan di sepanjang jalan tersebut bersumber dari dumb truck yang bermuatan tanah melebihi kapasitas yang dimuat dari lokasi galian c yang bertempat di beberapa titik di daerah kecamatan Muara Dua.
Tanah yang berserakan itu dapat menjadi debu apabila tidak ada perhatian lebih lanjut dari pengusaha tambang maupun pemerintah setempat.
Hal ini mengundang perhatian dari masyarakat dan pengguna jalan yang menilai camat Muara Dua terkesan tutup mata,pasalnya jalan yang mereka lintasi seperti tidak ada penanganan apapun dari pihak pemerintah setempat maupun pengusaha galian c.
Camat Muara Dua Yuswardi saat dikonfirmasi ia juga terkesan kesal dengan perkara ini karena juga berdampak dan tidak jauh dari pekarangan kantornya, ia juga mengatakan sudah menyurati pengusaha galian C di wilayahnya namun belum bisa mengagendakan jadwal pertemuan.
“Sudah kami surati tapi karena bentrok dengan jadwal lain jadi tertunda tapi insyaallah akan dipanggil jumat ini,”jelasnya.
Disinggung bagaimana menindak lanjuti perkara tersebut ia megungkapkan akan mengadakan rapat dengan para pengusaha galian c untuk mencari jalan agar perkara ini tidak terulang lagi.
“kami juga akan mengadakan rapat dengan para pengusaha galian, karena tidak mungkin langsung kita tindak tegas takutnya banyak pihak yang bentrok. kami sekarang lagi dilema juga karena kalau kita lakukan penyiraman becek tapi kita biarkan berdebu,”tutupnya
ahmad










