Potretnusantara.id, Natuna – Pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025 di Kabupaten Natuna tahun ini tampil berbeda. Tidak hanya melibatkan unsur TNI dan Jasa Raharja, Satlantas Polres Natuna juga menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Natuna sebagai mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat.
Operasi yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Ranai, Selasa (18/11/2025), dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Natuna, Iptu Erwantony. Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada kekuatan penyebaran informasi yang akurat dan masif melalui media.
Dalam keterangan resminya, Iptu Erwantony secara khusus menyoroti pentingnya keterlibatan PWI Natuna.
“Kami menggandeng PWI Natuna karena pers memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan keselamatan. Operasi Zebra ini bukan hanya razia, tetapi gerakan bersama untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas. Dan peran media sangat vital di sini,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa media harus menjadi jembatan informasi antara Polri dan masyarakat, terutama terkait aturan, potensi bahaya pelanggaran, dan pentingnya keselamatan berkendara.
“Kami berharap rekan-rekan PWI dapat membantu menyebarluaskan edukasi ini, sehingga masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga memahami dan mematuhinya,” lanjutnya.
PWI Natuna menyambut baik dan mengapresiasi langkah Satlantas Polres Natuna yang melibatkan pers dalam pelaksanaan operasi.
Perwakilan PWI Natuna menyampaikan bahwa undangan untuk bersinergi ini menjadi bentuk penghargaan terhadap profesi jurnalis sebagai pilar informasi publik.
“Kami sangat mengapresiasi Satlantas Polres Natuna yang menjadikan pers, khususnya PWI, sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Zebra 2025. Tugas kami bukan hanya meliput, tapi juga membantu memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat,” ungkapnya.
PWI menegaskan siap mendukung penuh penyebaran informasi terkait tertib berlalu lintas, baik melalui pemberitaan maupun edukasi publik.
Operasi Zebra Seligi 2025 tetap dijalankan dengan pendekatan humanis. Petugas tidak hanya menindak pelanggaran seperti pengendara tanpa helm, kendaraan tanpa kelengkapan standar, atau pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman, tetapi juga memberikan edukasi langsung di lapangan.
Iptu Erwan Tony menegaskan bahwa tujuan utama operasi adalah menciptakan Kamseltibcar (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran) lalu lintas.
“Dengan dukungan TNI, Jasa Raharja, dan terutama PWI sebagai penggerak informasi, kami optimis kesadaran masyarakat akan meningkat,” tutupnya.
Keterlibatan PWI Natuna menjadi warna baru dalam pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, termasuk insan pers sebagai pilar edukasi masyarakat. (kalit)










