Potretnusantara.Id,NATUNA – Posko Terpadu Operasi Ketupat Seligi Polres Natuna tidak hanya menjadi pusat pengamanan arus mudik Lebaran, tetapi juga ruang dialog strategis antara aparat kepolisian dan generasi muda.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla menggelar diskusi bersama mahasiswa STAI Natuna guna mendorong keterlibatan mahasiswa dalam program pembangunan nasional, khususnya MBG yang kini menjadi program prioritas Presiden.
Dialog yang berlangsung di Posko Terpadu Operasi Ketupat Seligi Polres Natuna tersebut turut dihadiri Kasat Intelkam Polres Natuna AKP S. Surbakti, Presiden Mahasiswa STAI Natuna M. Raus, serta Ketua PMII Kabupaten Natuna Ibnu. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan penuh gagasan konstruktif mengenai masa depan sumber daya manusia lokal.
Dalam arahannya, Kapolres Natuna menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, terlebih bagi daerah perbatasan seperti Natuna yang menjadi wajah terdepan Indonesia.
Kapolres mengajak mahasiswa untuk mengambil peluang dalam program MBG membutuhkan tenaga profesional, terutama di bidang kesehatan dan gizi. Ia menyoroti bahwa selama ini masih banyak tenaga ahli dari luar daerah yang mengisi posisi tersebut, padahal putra-putri Natuna memiliki kemampuan yang tidak kalah.
“Tenaga ahli gizi sangat dibutuhkan dengan penghasilan sekitar Rp7 juta per bulan. Ini peluang nyata bagi mahasiswa Natuna agar dapat berkontribusi langsung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah,” ujar AKBP Novyan Aries Efendie.(19/3)
Ia juga berharap mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu pendidikan yang diperoleh di perguruan tinggi untuk membangun daerah sendiri. Menurutnya, kemajuan Natuna sangat bergantung pada kesiapan SDM lokal yang mau kembali mengabdi dan berkarya di kampung halaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut meminta saran dan masukan dari mahasiswa terkait penguatan kualitas SDM daerah serta peluang kerja bagi alumni STAI Natuna.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan.
“Mahasiswa harus hadir membawa solusi dan kontribusi nyata. Kami berharap alumni STAI Natuna dapat berkarya di Natuna dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia dimulai dari daerah perbatasan,” tegasnya.
Dialog di Posko Terpadu Operasi Ketupat Seligi ini menjadi simbol pendekatan humanis Polri yang tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga pembangunan sosial dan peningkatan kualitas generasi muda.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Polres Natuna berperan aktif dalam mendorong lahirnya SDM unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.(Kalit)










