LHOKSEUMAWE, Potretnusantara.id – kerusakan yang terjadi di beberapa titik ruas jalan Gampong hagu barat laut menuju Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti terus bertambah parah bahkan banjir kerap menggenangi jalan tersebut.
Tak hanya itu, jalan yang kerap digenangi banjir juga terdapat lubang yang menganga bahkan bebatuan yang tak jarang membuat pengendara kesulitan dalam melewati medan jalan tersebut.
Terlebih lagi, Ujong Blang memiliki tempat wisata berupa pantainya yang merupakan salah satu destinasi yang sering dituju penduduk lokal maupun pendatang namun agak tercoreng keindahannya karena jalan rusak tersebut.
Tak diperbaikinya itu jalan bukan tanpa sebab,melainkan adanya sengketa tanah antara masyarakat dan pemerintah yang tak kunjung selesai sehingga pembangunan jalan Dua jalur tersebut terhambat hingga terjadi demikian.
Hal itu dibenarkan oleh Faisal kepala bidang jalan dan jembatan (Bina marga).
“sebenarnya itu merupakan lanjutan lingkar yang dari jalan jalur dua yang terpotong hingga kuburan,tapi lebih baik jangan selalu konfirmasi dinas, coba konfirmasi masyarakat kenapa tidak dikasi tanah,”paparnya pada pewarta,jumat(18/2/2021)
Ia juga mengatakan jalan tersebut merupakan jalan dua jalur namun sulit untuk dilanjutkan pengerjaannya karena segelintir masyarakat tak kunjung menyerahkan tanahnya ke pemerintah dan terkesan menghalang.
“ini sebenarnya masyarakat sudah pecah dua kubu, karena ada masyarakat yang berharap pembangunan jalan tersebut,namun juga ada yang menghalang,”katanya.
Terlepas dari pada itu ia selaku putra daerah kecamatan banda sakti mengaku kecewa kepada segelintir Masyarakat yang berupaya menghalangi pembangunan lanjutan lingkar jalan tersebut ditambah bangunan yang sudah dibangun oleh masyarakat itu sendiri.
“saya saja sebagai putra daerah banda sakti kecewa dengan mereka, bukannya mendukung malah terkesan menghalangi, padahal masyarakat yang sudah menjalani pembebasan lahan yang sebelumnya bisa melepaskan tanah mereka,tapi yang sekitar ini sulit,jadi ini lah imbasnya”,sebutnya.
Saat dikonfirmasi tentang kabar masyarakat yang bergotong royong melakukan pengecoran jalan tersebut ia pun membenarkan.
“Ia benar, masyarakat sudah melakukan gotong royong untuk pengecoran,namun intinya apabila masyarakat masi belum mau menyerahkan tanah mereka,proyek lanjutan jalan lingkar maupun peningkatan jalan tersebut tak dapat dilakukan,”tutupnya.
Ahmad










