Natuna, Potretnusantara.id-Guru adalah pemimpin yang bijak, mengapa demikian karena nilai sangat istimewa kegiatan guru terletak pada proses pembelajaran, dan interaksi sosial dikelasnya dilakoni dengan bijaksana dan humanis. Hal ini belum dapat tergantikan oleh teknologi. Demikian uangkap subbihi.
Selain itu, bentuk dukungan dan apresiasi terhadap semangat belajar, berbagi, dan berkolaborasi dari guru-guru hebat dan bijak Indonesia maka Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan tema peringatan Hari Guru Nasional 2024 adalah “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.
Lebih lanjut Ketua MKKS SMK ini menjelaskan, Tema tersebut mengisyaratkan bahwa layanan pendidikan untuk anak bangsa diharapkan semakin prima dan bijak. Dengan demikian maka profesi guru semakin bermartabat, terhormat, dan membanggakan karena tahun 2045 adalah Indonesia Emas, yang salah satu pilarnya yaitu Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Guru sebagai pemimpin yang bijak memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan peserta didik karena fokus pendidikan era perubahan masa kini yakni berpusat pada pengembangan potensi peserta didik dan karakter sebagai investasi untuk sumber daya manusia.
Guru sebagai pemimpin yang bijak diharapkan mampu membangun kelas pembelajarannya dengan optimal. Sejatipun secara umum tantangan pasti banyak, misalnya masalah minat baca dan semangat belajar murid menurun, masalah sebagian besar anak senang main gadget, game, dan internet dari pada belajar, masalah karakter murid, masalah etika berdigital dan lainnya.
Selain tantangan umum tersebut, maka sekolah kejuruan juga masih menghadapi tantangan yakni menjawab kebutuhan dunia kerja yang dinamis era globalisasi masa kini.
Kita menyadari bahwa tantangan itulah yang akan mengenali diri kita seberapa kuat dan siap kita dalam melakukan perubahan, tegas subbihi.
Sebagai Guru yang bijak tentu banyak belajar dan menggali representasi serta informasi. Salah satu reprensi yaitu nasehat Jalaluddin Rumi, seorang penyair dan sufi terkemuka dari Persia abad ke-13, telah memotivasi banyak orang dari Kitab Fihi Mafihi adalah “Kemarin aku pintar, jadi aku ingin mengubah dunia dan hari ini aku bijaksana, jadi aku mengubah diriku sendiri”
Selain itu kita boleh merujuk pada kata-kata novelis Leo Tolstoy, “Semua orang ingin mengubah dunia, namun tidak ada yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri.”
Berdasarkan nasehat dari Rumi dan Leo Tolstoy dengan kata-kata sederhananya, tentu mengingatkan kita yakni perubahan sejati sesungguhnya dimulai dari dalam diri kita sendiri dalam mewujudkan guru adalah pemimpin yang bijak. Karena “Setiap kita adalah guru dan setiap rumah adalah madrasyah” untuk itu melalui momentum ini ayo kita semua menjadi guru yang bijak demi generasi kita kedepan. Selamat Hari Guru dan HUT PGRI Ke-79 tahun 2024.
Oleh. Subbihi.S.Pd.,M.Pd
Ketua MKKS SMK Kabupaten Natuna









