Bukittinggi, Potretnusantara.id – RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi Melaksanakan kegiatan Worshop dan on the job training(OTJ) gelombang pertama yang berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai 14-16 September 2026.
peserta OJT kali ini diikuti sebanyak 12 orang yang terdiri dari dokter, Perawat dan bidan.
Workshop OJT merupakan hasil kerja sama Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dengan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dan diampu oleh BKOM Pelkes Provinsi Sumatera Barat.
Acara ini dibuka oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) RSAM Bukittinggi, dr. David, MM, mewakili Direktur RSAM Bukittinggi, drg. Busril, MPH.
Pada kesempatan ini juga turut hadir, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Riyani, SKM, M. Kes. Serta Narasumber pada kegiatan ini, dr. Zeino Fridsto, SpOG, Subsp KFM dan dr. Rita Arrianty, Sp.A, M. Biomed, Supsp. Neo
Dalam sambutanya David mengungkapkan: Kegiatan OJT GadarMatneo ini bukan sekadar kegiatan pelatihan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat, tepat, terintegrasi, dan sesuai standar.
Kita semua memahami bahwa kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal merupakan kondisi yang membutuhkan kecepatan mengambil keputusan, ketepatan tindakan, kemampuan bekerja dalam tim, serta komunikasi yang efektif. Dalam situasi kegawatdaruratan, keterlambatan beberapa menit saja dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap keselamatan ibu dan bayi.
Karena itu, saya berharap 12 peserta OJT GadarMatneo Gelombang I ini tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai sebuah kewajiban administratif, tetapi benar-benar menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperkuat pengalaman klinis, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Saya juga berharap setelah kegiatan ini selesai, akan terjadi transfer knowledge dan transfer skill kepada rekan-rekan lainnya di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada 12 peserta, tetapi dapat berkembang menjadi peningkatan kapasitas tim pelayanan secara keseluruhan.
Kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dengan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dalam penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang sangat penting. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita perkuat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kota Bukittinggi.(Yp)









