KARIMUN, Potretnusantara.id – Ratusan warga Desa Pangke mendatangi Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT), kedatangan ratusan warga karena pihak keluarga tidak terima meninggalnya warga Pangke dinyatakan positif Covid-19.
Almarhumah yang akrap disapa Maklong Tam ini diketahui keluarga awalnya hanya menderita sakit lambung sehingga dibawa untuk berobat.
“Padahal sakitnya dari awal hanya sakit lambung, tiba-tiba di bilang covid-19, disini kita minta bukti dua hari baru keluar, dan tak menjadi logika di kamar ada anak kecil juga dan para perawat disitu kita lihat tidak mengunakan prokes sesuai prosedur,”ujar warga menjelaskan.
Sebelumnya, pihak keluarga sempat membawa ke klinik sayang ibu (dokter Awang) untuk berobat, setelah beberapa jam pihak keluarga kembali membawa ke RSBT, dan sempat ditangani pihak rumah sakit kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 19:00 WIB.
Dikabarkan pasien meninggal karena covid-19 melalui tes antigen, kemudian pihak rumah sakit (perawat yang bertugas) menyampaikan bahwa tes pcr akan keluar dua hari kemudian.
“Disini kami tidak terima karena pihak rumah sakit mempermainkan kami, di kabarkan jenazah ada di lantai bawah ternyata jenazah pasien masih berada di lantai atas, sebenarnya kami ingin melihat jenazah tersebut,”ujar salah satu warga Pangke Barat tersebut, Kamis (02/09) malam.
Tambahnya, dari awal suaminya ingin mengantar pempes (saat pasien sudah dinyatakan meninggal), akan tetapi pihak keluarga tidak di izinkan melihat jenazah oleh pihak rumah sakit.
“Pasien sudah meninggal, suami ingin melihat tapi tak di izin, maka dari itu kami membawa pulang jenazah,”ungkapnya.
Dari pantauan Media Potretnusantara.id Pasien diangkut menggunakan Bas, dan saat ini jenazah masih dimandikan dan informasinya malam ini akan dikebumikan oleh pihak keluarga.
Saat ini juga ditempat keluarga masih terlihat adanya beberapa pihak kepolisian yang berusaha melakukan mediasi dengan pihak-pihak keluarag.
Putri









