TIDORE MALUT, Potretnusantra.id -Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Tidore Kepulauan, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Desa Mare Kofo Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan, Kamis (2/9).
Dalam agenda monitoring, PKK Kota Tidore Kepulauan menemukan sebanyak 22 rumah tidak layak huni di Desa Mare Kofo. Temuan monitoring tersebut kemudian ditindaklanjuti ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tidore Kepulauan.
Wakil Ketua PKK Kota Tidore Kepulauan Hj.Rahmawati Muhammad Sinen, saat ditemui dikediamannya mengatakan bahwa kegiatan di Desa Mare Kofo adalah kegiatan monitoring evaluasi, dilakukan untuk memonitoring kinerja kaders-kaders di Desa Mare Kofo.
Hasil dari monitoring evaluasi, menemukan 22 rumah tidak layak huni, temuan ini kemudian diteruskan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tidore Kepulauan.
“Setelah mendapatkan informasi dari PKK tingkat desa dan kelurahan, kami langsung turun melakukan monitoring, hasil dari monitoring di Desa Mare Kofo, menemukan 22 rumah tidak layak huni. Bukan hanya Desa Mare Kofo, di Kelurahan Bobo Kecamatan Tidore Utara juga ada 6 rumah,” ungkapnya.
Lanjutnya, temuan tersebut telah dilanjutkan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tidore Kepulauan, nantinya direalisasi renovasinya pada tahun 2022.
“Temuan tersebut sudah ditindaklanjuti, insya Allah direalisasi renovasinya pada tahun 2022,” ujarnya.
“Untuk terealisasi seluruh pembangunan, perlu tahapan, maka kita perlu sabar sambil kita berikhtiar dan do’a,” tutupnya.










