ACEH, Potretnusantara.id – Danau Bungara yang terletak di Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil, merupakan danau terluas kedua di Aceh setelah Danau Lut Tawar di Aceh Tengah, Danau ini mencapai luas kira-kira 85,6 hektare.
Saat ini, Danau Bungara menjadi salah satu objek tujuan wisata di Singkil, apalagi dengan pesona perahu Bungkil Pelampoh Leja yang menjadi daya tarik unik bagi para wisatawan saat mengelilingi Danau Bungara.
“Transportasinya unik dan sangat mengasikkan,”kata salah satu wisata, Sabtu (30/1).
Para wisata saat menggunakan perahu gandeng (Bungkil Pelampoh Leja) sangat menikmati riak-riak ombak Danau Bungara yang dilalui oleh perahu. Pemandangan yang indah akan semakin menarik disaat hembusan angin yang menerpa para wisatawan saat perahu melaju.
“Indah dan sangat menarik. Sangat tepat untuk refresing,”tambah wisatawan kagum.
Sementara itu, Hasan Basri Lingga tokoh masyarakat setempat yang juga pemilik perahu gandeng (Bungkil Pelampoh Leja) menjelaskan bahwa arti dari Bungkil Pelampoh Leja adalah perahu pelepas lelah. Dikatakan, sesuai dengan nama tersebut dipastikan para wisatawan akan merasa rileks jika sudah berkeliling di Danau Bungara.
“Suasana itu mampu menetralisir suhu tubuh yang meningkat. Apalagi untuk tiba disini, kita akan menempuh perjalanan 1,5 jam dari Singkil, ibu kota Aceh Singkil,”katanya
Hasan menambahkan, adanya warna-warni yang ditemukan pada pagar perahu gandeng (Bungkil Pelampoh Leja) juga memiliki arti yaitu cat merupakan ciri khas suku Singkil. Begitu juga dengan penamaan perahu yang menggunakan bahasa Singkil.
“Kita juga ada pemandu wisatanya,”kata Hasan Basri Lingga memperkenalkan pemandu Wanhar Lingga diatas perahu berukuran 3 x 3 meter tersebut.
Hasan juga menuturkan, selain perahu gandeng (Bungkil Pelampoh Leja) disana juga ada sepeda air. Sensasi bersepeda di atas permukaan air itu cukup mengasikkan.
“Untuk menikmati ini, cukup merogoh kocek Rp 10 ribu sepuasnya. Puas naik sepeda air, kembali naik perahu pelempoh leja menuju pondok peristirahatan milih Hasan Basri Lingga. Keliling danau sepuasnya naik perahu lagi-lagi hanya dikenakan tarip Rp 10 ribu.
Pantauan dilapangan, disepanjang sisi Danau tersedia juga pondok-pondok untuk para wisatawan. Pondok yang berukuran 3 x 3 meter tersebut menyediakan beraneka ragam jenis makanan dan minuman.
Seperti kuliner lezat berupa ikan Nila bakar yang dibesarkan di Danau Bungara. Ikan bakar tersebut disantap dengan sambal khas Danau Bungara. Para wisatawan terlihat ramai setiap akhir pekan. Umumnya wisatawan datang naik bungki pelempoh leja berkeliling danau.
mardin










