LHOKSEUMAWE, Potretnusantara.i – SMKN 5 Lhokseumawe diduga tidak transparan dalam mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 dan 2021 sehingga Dinas Pendidikan Aceh terkesan lemah dalam pengawasan dan terkesan tutup mata terkait transparansi dalam mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Faktanya dilapangan, SMKN 5 Lhokseumawe terlihat tidak memiliki papan informasi publik di halaman sekolah sehingga wali murid dan elemen masyarakat tidak tahu realisasi apa saja yg dibelanjakan dengan dana BOS Tahun 2020 dan 2021.
Kepala sekolah SMKN 5 Lhokseumawe Nuradinen, saat dikonfirmasi memberikan alasannya, ia mengira akan menimbulkan banyak kritikan yang belum tentu baik dari banyak orang, Selasa(3/08/2021)
“Tidak kita pasang dengan alasan tidak semua niat baik dan hal baik disambut baik oleh semua orang, karena pada saat orang melihat dana sebesar itu orang akan berpikiran lain,”jejasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sekolahnya sering kekurangan dana untuk merehab sekolah, karena sekolahnya kerap terendam banjir.
“Kadang pas kita liat dana yang keluar sering tidak mencukupi, kan gak semua dana bisa digunakan untuk itu, takutnya kita lebih memerlukan hal lain lagi contohnya seperti UKK dan kegiatan lainnya,”tambahnya.
Terpisah, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Lhokseumawe Anwar MP.d saat dikonfirmasi hal tersebut mengatakan selalu mengingatkan semua pihak pada saat rapat.
“Saya selalu ingatkan itu dalam rapat,”ucapnya singkat.
Terkait hal tersebut koordinator Garda Muda Aceh (GMA) Romi Juanda mengatakan sangat disayangkan masih ada pihak sekolah yang tidak transparan dalam mengelola dana BOS, karena itu telah melanggar undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sehingga mencoreng dunia pendidikan yang dimana ada wadah tempat melahirkan generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang.
Pihaknya sangat berharap kepada Dinas Pendidikan Aceh untuk segera menegur sekolah tersebut karena telah sepele dalam menanggapi masalah keterbukaan informasi.
“Justru sekolah seperti ini harus segera di audit, karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh pihak sekolah yang takut dengan keterbukaan Informasi publik, apa lagi ini masalah dana bantuan pasti ada apa-apanya,”tutupnya.
Ahmad










